Tampilkan postingan dengan label Motivasi Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2015

Marhaban Yaa Ramadhan: Masuklah kedalam Islam Keseluruhan




"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (QS Al-Baqoroh:208)

Kita masih suka pilih-pilih dalam ber-Islam, padahal ajaran Islam itu untuk diamalkan seluruhnya bukan sebagiannya.

Kita masih sering menganggap bahwa ajaran Islam itu hanya mengatur masalah ibadah mahdoh saja (Sholat, puasa, zakat, haji, dan semisalnya), padahal Islam juga mengurus masalah muamalah juga (ekonomi, politik, sosial dan semisalnya)

Kita memang sadar akan kewajiban sholat, namun masih enggan menutup aurat diluar sholat, padahal keduanya sama wajibnya.
Walhasil kita laksanakan kewajiban sholat, tapi mengabaikan kewajiban menutup aurat (kita masih suka main bola pakai celana pendek/menampakkan paha, yang wanita masih enggan berhijab, masih suka menampakkan lekukan tubuhnya, dan melakukan perbuatan semisalnya)

Kita memang sadari wajibnya puasa, namun melalaikan larangan berduaan antara lelaki dan wanita yang bukan mahramnya. Sehingga kita laksanakan kewajiban puasa di siang harinya namun menjalankan maksiat pacaran pada malamnya.

Kita sadari kewajiban zakat dan dengan sadar menunaikannya, namun secara sadar pula kita mengambil riba yang sangat jelas keharamannya.

Kita tunaikan haji setiap tahunnya, namun enggan mengatur Negara dengan syari'at NYA.

Semoga Ramadhan kali ini menjadi sarana latihan bagi kita untuk memperbaiki diri, untuk berlatih ber-Islam secara kaaffah, untuk masuk Islam secara keseluruhan.
Semoga Ramadhan kali ini kita bisa ta'at sepenuhnya tanpa pilih-pilih kewajiban untuk dilaksanakan, dan tidak pilih-pilih larangan untuk ditinggalkan.
Semoga Ramadhan kali ini kita bisa membiasakan diri dengan Islam yang bukan hanya mengatur ibadah mahdoh saja, namun mengurusi muamalah juga.
Semoga ramadhan kali ini semakin mendekatkan kita akan pertolongan Allah, untuk tegakknya Islam Kaaffah dalam naungan Khilafah 'ala minhaj-in Nubuwwah. Aamiin.....

Senin, 10 Maret 2014

Puisi Buya Hamka kepada M. Natsir


meskipun bersilang keris di leher
berkilat pedang di hadapan matamu
namun yang benar kau sebut juga benar

cita Muhammad biarlah lahir
bongkar apinya sampai bertemu
hidangkan di atas persada nusa"
Jibril berdiri sebelah kananmu
Mikail berdiri sebelah kiri
lindungan Ilahi memberimu tenaga
suka dan duka kita hadapi"

suaramu wahai Natsir, suara kaum-mu
kemana lagi, Natsir kemana kita lagi"

ini berjuta kawan sepaham
hidup dan mati bersama-sama
untuk menuntut Ridha Ilahi

dan aku pun masukkan
dalam daftarmu.....!
puisi HAMKA pada M, Natsir seusai pidatonya pada Sidang Konstituante RI 1957

Senin, 10 Februari 2014

Guru yang Terbaik

Pengalaman adalah Guru yang terbaik.

Tapi, pengalaman itu apa...? Apakah untuk memahami bahwa mencuri itu tidak baik lantas kita mesti mencuri...? Padahal telah sampai kepada kita pengetahuan, bahwa mencuri itu terlarang.

Sekali-kali tidaklah demikian kawan,

Kita tidak perlu mengalami segala hal untuk menjadi orang yang berpengalaman. Kita bisa belajar dari pengalaman orang lain, kan.

Pengalaman tentang kesalahan orang lain, jadikan pelajaran agar kelak tak pernah kita lakukan.
Pengalaman baik orang lain, jadikan penyemangat agar kita bisa lakukan yang lebih baik lagi.
Pengalaman buruk orang lain, jadikan acuan untuk kita hindarkan yang demikian.

Jika dari pengalaman orang lain saja kita bisa ambil pelajaran. Untuk apa kita lakukan keburukan?
Lakukanlah hanya kebaikan Niscaya kelak pengalaman terbaik kita, 'kan jadi pelajaran.

Minggu, 09 Februari 2014

Masa Depan Milik Kita

Sangat picik menilai seseorang hanya dari penampilan, sekalipun penampilan bisa dijadikan indikator penilaian.

Kualitas seseorang dapat dilihat dari bagaimana dia bersikap dan bertindak, Bisa juga dilihat dari apa yang ia katakan ataupun tuliskan.

Sikap dan tindakan, serta Perkataan dan tulisan adalah buah dari pemikiran.

Orang baik hanya akan mengatakan yang baik-baik, hanya akan menuliskan yang baik-baik.

Untuk menjadi baik, perlu berkumpul dengan orang-orang baik, hanya mendengar dan membaca yang baik-baik.

Dengan siapa kita bergaul menentukan siapa kita, bergaul dengan orang baik maka kita dipaksa untuk menjadi baik, bergaul dengan orang tercela cepat atau lambat membuat kita hina.

Tidak mungkin sebuah teko akan mengalirkan susu jika ia diisi dengan kopi.
Begitupun pikiran manusia, tak mungkin menghasilkan kebaikan jika diisi dengan kemungkaran. Tak akan memberi manfaat manakala di isi dengan yang sia-sia.

Jangan terkesima melihat orang yang mulia, tapi pelajarilah apa yang sudah dia lakukan sebelumnya.

Jangan heran jika ada orang yang hina, coba tengoklah bagaimana masalalunya.

Jika sekarang kita bukan siapa-siapa, mungkin sebelumnya kita tidak melakukan apa-apa.

Tapi tenanglah, masa depan masih ada. Jika kau inginkan kebaikan padanya, mulailah sekarang dan jangan menunda. Penuhi pikiran hanya dengan kebaikan, bergaullah hanya dengan orang-orang baik, bicarakan hanya yang baik-baik, dengarkan hanya yang baik-baik, bacalah hanya yang baik-baik.

Simple kan.

Rabu, 05 Februari 2014

Kepribadian Islam

Orang yang berkepribadian Islam itu yang bagaimana sih...?
Apakah yang pake sarung, pake koko, pake sorban?
Bagi yang cewek, dia pakai kerudung, pake busana muslim?
Sebatas itukah?

Oh,,,,, no,,no,,no,,no,,, Tentu tidak, penampilan seperti itu tidah bisa dijadikan ukuran kalau seseorang itu sudah berkepribadian Islam.

Tapi orang dengan penampilan demikian dapat disebut secara mutlak berpenampilan Islami. Siapapun bisa menampakkan Penampilan Islami, karena itu memang hanya sebatas penampakkan lahiriah, penampilan fisik semata.

Saya tidak mengatakan bahwa penampilan semacam itu tidak baik, tapi yang ingin saya sampaikan adalah, bahwa penampilan semacam itu jangan dijadikan tolok ukur apakah seseorang itu berkepribadian Islam atau tidak.

Lalu apa Tolok Ukurnya?

Pembentuk kepribadian itu ada 2 (dua) yaitu Pola Pikir dan Pola Sikap.
Jadi Orang dikatakan berkepribadian Islam apabila Pola Pikir dan Pola Sikapnya sudah sesuai dengan Islam.

Kalo penampilannya seperti yang disebutkan diatas?

Itu sebagian kecil dari tindakan, bukan merupakan keseluruhan dari pola sikap. Tapi berpenampilan Islami itu sudah benar, tinggal diintegrasikan dengan perbuatan-perbuatan yang lain agar terbentuk Pola Sikap Yang Islami, yakni yang sesuai dengan tuntunan Islam. Semua perbuatannya terikat dengan Syari'at Islam, Halal dan Haram menjadi standarnya bersikap terhadap suatu benda.

Bagaimana dengan Pola Pikirnya?

Pola pikirnya juga harus Islam, selain Pola Sikap yang Islam untuk dapat disebut ber-kepribadian Islam. Karena Pola Pikir merupakan faktor pembentuk kepribadian seseorang.

Islam harus menjadi Landasan berpikirnya, memandang apapun permasalahan dari sisi Syariat islam. Islam dijadikan satu-satunya kepemimpinan dalam berpikir. Bukan yang lain. Kalaupun ada pemikiran lain yang diadopsi, adalah untuk membandingkan dan membuktikan bahwa hanyalah Islam yang benar dan yang Haq.

Wallahu a'lam.
sebuah #Renungan bagi diri sendiri, dan kalian yang membutuhkan.
Silahkan dibagikan. :-)

Sumber gambar: agussiswoyo.net

Sabtu, 10 November 2012

Hari Pahlawan, Bukan (sekedar) Peringatan

Seremonial, seremonial, seremonial. Lagi dan lagi, seremonial hanyalah seremonial tanpa penghayatan, panjiwaan, dan niat tulus untuk menjadi lebih baik.
Dalam satu tahun, rasanya banyak banget seremonial-seremonial di kalender nasional Republik Indonesia. Mulai dari Tahun Baru, Peringatan Kemerdekaan, Sampai pada hari ini, 10 November yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan hingga nanti masih ada lagi seremonial-seremonial lain sampai pada Hari Ibu, Desember nanti.
Setiap tahun kita pasti melewati Hari-hari Peringatan itu. Seremonial lagi, seremonial lagi, lantas apakah ini buruk? (tidak juga sih). Berarti baik dong? (Relatif).
Jadi kalau kita mau jujur sebenarnya Hari-hari peringatan ini ngefek apa sih buat kita? (mari sejenak kita renungkan).
Kemungkinan besar pasti ada efek positifnya (setidaknya pada hari peringatan tersebut berlangsung). Artinya tidak ada yang buruk dengan Hari peringatan ini, jika demikian adanya. Namun yang kurang tepat dari sebuah perayaan adalah ketika seremonial itu diadakan secara berlebih namun hanya seremonial, tidak memberi pengaruh positif untuk jangka waktu yang panjang.
Peringatan-peringatan ini (seharusnya) bisa menjadi pengingat atau semacam dorongan bagi kita untuk terus berusaha menjadi lebih baik dan untuk Menjadi Bangsa yang Besar.
Mari kita jadikan setiap hari peringatan, benar benar menjadi pengingat bagi kita untuk menjadi lebih baik.
Hari ini 10 November, bersama sama kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Mari kita kenang lagi jasa para pahlawan kemerdekaan, renungkan sejenak untuk apa mereka berjuang. Perjuangan mereka adalah untuk meraih kemerdekaan, untuk menjadikan negeri ini negeri yang bermatabat. Jadi mari kita menjadi bangsa yang bermartabat dengan terus belajar dan menjadi lebih baik, dengan mberi menfaat bagi sesama kita.

Selamat Hari Pahlawan. 10 November 2012

Kamis, 25 Oktober 2012

Dia Takkan Tumbang Oleh Topan

Disuatu pagi yang cerah, diteras sebuah rumah (baca=kontrakan) aku duduk dibawah hangatnya sinar matahari yang mulai meninggi. Tenang, hangat, dan sanagat nikmat rasanya menikmatin pagi dengan caara seperti ini, ditambah lagi dengan berteman segelas the hangat yang perlahan membasahi tenggorokan, sungguh nikmat.


Aku meamandang pada rumput-rumput liar yang tumbuh dengan suburnya. Meski tak diinginkan, ia selalu saja muncul lagi dan lagi. Kemudian aku berfikir, ingin rassanya memiliki semangat yang tangguh seperti rumput-rumput liar itu dalam menghadapi dan menjalani kehidupan. Caranya hidup benar-benar memberikan pelajaran berharga jika kita kita mau berfikir tentangnya.
Meski keberadaan nya tidak banyak yang menginginkan, tapi dia selalu tetap dapat tumbuh dan bertaha hidup didalam siatuasi apapun. Bahkan ketika tumbuhan lain sangat sulit untuk bertahan hidup, dia masih bisa. Dimana dia tumbuh, jarang sekali dia meninggi, sehingga bila tertiup angin dia akan tampak indah, sehingga topan pun tak mampu untuk buatnya tumbang.
Memang keberadaan nya adalah ‘pengganggu’ bagi tanaman pangan milik kita. Tapi Jika kita mau melihatnya dari sisi positifnya, sesungguhnya keberadaannya member manfaat. Satu diantaranya adalah ketika kita (harus) meniadakannya, dia dapat dijadikan sebagai pakan begi binatang ternak.
Terkadang kita salah menilai sesuatu hanya dari melihat ppenampilannya saja, tanpa memperhatikannya (melihat, mempelajari, dan berfikir). Sungguh suatu perbedaan yang besar antara melihat dan memperhatikan. Oleh karenanya kita harus memiulai saat ini juga untuk selalu memperhatikan segala sesuatu yang ada. Bukan hanya sekedar melihat. Kita harus merubah cara kita melihat, menjadi cara memperhatikan sesuatu. Begitulah seharusnya kita belajar.

Jumat, 17 Agustus 2012

Dirgahayu Negeriku



Dirgahayu Negeriku INDONESIA
Semoga tetap Jaya, Berkibarlah terus Merah Putih ku Di Angkasa Raya.
Teruslah berkarya Bangsa INDONESIA.



Ya Rabb,,, Anugerahilah kepada kami Bangsa INDONESIA para pemimpin yang adil, bertaqwa, serta berakhlaq Mulia,,,
Aamiin.....


Sebuah harapan saya yang sangat sederhana di hari kemerdekaan sebuah negeri, dimana aku dilahirkan, tumbuh dan berkembang. Sebuah negeri yang sejatinya Gemahripah Loh Jinawi yang kalu menurut kamusbesar.com berarti "tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya".
Namun Gemahripah Loh Jinawi yang memiliki arti seperti yang sudah saya tuliskan, sebenarnya adalah perpaduan dari beberapa hal, yang salah satunya adalah "Sanagat Subur Tanahnya" dan kita sudah punya itu. Apakah hanya dengan tanah yang subur dapat menjadikan kita tenteram dan makmur? tentu saja tidak, kan.... (iya, kan...)
Sejatinya tanah yang subur itu tidak akn memberikan manfaat apapun kecuali ada sentuhan (usaha) kita untuk menjadikannya bermanfaat. Hal ini sejalan dengan Firman ALLAH yang punya arti "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka" (QS-13:11).
Sudah Cukup? (belum). Kita bicara tentang negeri,sebuah negara. Bagaimana sebuah sebuah negara bisa Tenteram dan Makmur?. Tentu negara tersebut harus punya pemimpin yang Adil, Bertaqwa, Serta Ber Akhlaq Mulia
Apa sih adil?.... Ya, keadilan termaktub dalam sila ke-5 Pancasila "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia". Dalam pandangan saya ADIL itu bukan sama rata. Adil itu Menempatkan Sesuatu Pada Tempatnya.
"Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa" Merupakan salah satu persyaratan yang selalu ada dalam syarat untuk menjadi entah itu PNS, Polisi, TNI, atau sebagai calon
penguasapemimpin negeri ini. Tapi sayangnya itu semua hanyalah teks yang hanya jadi pemantas saja. Jika diterapkan dengan sungguh-sungguh, betapa indahnya.
Rakyat akan merasa Tenteram jika dipimmpin oleh pemimpin yang berakhlak Mulia. Tidak ada amarah, kebencian, dendam, dan sakit hati kkepada poara petinggi negeri.
Wallahua'lam.

==============================
sumber gambar: internet&koleksi pribadi. Processed with Photoshop

Selasa, 31 Juli 2012

Bagaimana Proses Kreatif itu Berlangsung?



Seperti yang pernah saya tuliskan di status facebook saya, bahwa kreatif adalah sebuah proses penemuan dan eksekusi, bukan sesuatu yang siap saji.

Tapi kalo menurut Wikipedia, "Daya cipta atau kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada."

Ketika duduk di suatu ruang, untuk kesekian kalinya saya harus menyaksikan besi-besi yang teronggok di sudut ruangan dan menyandang predikat "tidak bermanfaat". Dan untuk ke sekian kalinya pula saya berfikir mau diapakan besi-besi itu?

Ya, berfikir. Itu adalah salah satu proses kreatif berlangsung. Tapi itu bukan permulaan dari proses kreatif. Proses kreatif di mulai dari panca indera kita, proses kreatif dimulai saat kita melihat sesuatu, atau saat kita mendengar, bahkan apa yang kita rasakanpun bisa menjadi awal dari proses kreatif berlangsung. Sebagai contoh, ketika saya melihat besi-besi yang menganggur, kemudian saya berpikir harus diapakan? disinilah proses kreatif tengah berlangsung.

Apakah cukup hanya dengan berpikir? Tentu tidak. Seperti yang sudah saya ungkapkan kreatif merupakan sebuah proses penemuan dan eksekusi. Sedangkan apa yang ditangkap oleh panca indera dan diproses oleh otak kita barulah pada tahap penemuan, dan penemuan tersebut harus menghasilkan sesuatu, untuk itu di perlukan action. Dan saya sudah membuktikannya.

Bagaimana agar proses kreatif dapat menghasilkan sesuatu? Tetapkan tujuan. Kegiatan apapun yang melalui sebuah proses pasti pada akhirnya akan berlabuh pada satu tujuan akhir. Tetapkan apa tujuan dari penemuan kita. Apakah sebuah puisi, cerpen, atau bahkan sebuah buku. Dalam hal penemuan saya terhadap besi-besi yang menganggur adalah lemari atau rak buku.

Tanpa banyak berangan angan, saya langsung memberikan sentuhan-sentuhan terhadap besi-besi yang menganggur tersebut dengan satu tujuan. Saya tidak pernah berpikir sebelumnya mengenai bagaimana saya akan mengubahnya. Tapi secara ajaib cara-cara mengenai bagai mana menjadikanya sesuatu yang bermanfaat bermunculan, sehingga sangat mudah bagi saya untuk mengkreasikan tujuan saya, beragam ide segar terus berdatangan.

Seolah-olah ini adalah bukti dari Janji ALLAH yang ada dalam Al-Qur'an yang artinya "Sesungguhnya ALLAH tidak akan mengubah nasib suatu kaum, hingga mereka merubahnya (dengan tangan mereka sendiri)"

Jadi intinya proses kreatif itu adalah suatu proses penciptaan hal baru melalui tindakan nyata yang berdasarkan pada proses pengolahan informasi yang bersumber dari panca indera. Inti dari intinya,,,, kreatif itu kombinasi dari pemikiran dan tindakan. THINK and ACTION, Think and Action.

:-)

Kamis, 24 Mei 2012

Ibu Pertiwi Jangan Berduka, Kami Masih Ada



Kami generasi Indonesia
Cinta Agama, Bangsa dan Negara
Siapkan diri menuju Cipta Indonesia Raya
Berkat Rahmat Allah Maha Kuasa
Pahlawanku berkorban jiwa
Teguh yakin ikhlas dan Rela
Indonesia merdeka...

Kami generasi Indonesia
Cinta Agama, Bangsa dan Negara
Siapkan diri menuju Cipta Indonesia Raya
Berkat Rahmat Allah Maha Kuasa
Pahlawanku berkorban jiwa
Teguh yakin ikhlas dan Rela
Indonesia merdeka...

...

Indonesia bagai bagian Surga
Nikmat karunia tiada hingga
Amanat Tuhan yang Maha Esa
Anugerah bagi Bangsa

Bumi Indonesia bagai bagian Surga (bagian surga)
Nikmat karunia tiada hingga
Amanat Tuhan yang Maha Esa

Aku 'kan menjaganya...
Tanahnya, Airnya,
Lautnya, Iklimnya,
Hutannya, Rakyatnya,
Ragam Budayanya,
Indonesia...
Aku Cinta...

Kami Putra Putri Indonesia
Ikrar setia Abdikan diri
Jiwa ragaku Bagimu Negeri
Ibu Pertiwi

Kami Putra Putri Indonesia
Ikrar setia Abdikan diri
Jiwa ragaku Bagimu Negeri
Ibu Pertiwi

Ibu Pertiwi, Jangan Kau Berduka
Kami Masih Ada...

Ibu Pertiwi, Jangan Kau Berduka
Kami Masih Ada...


============
Written by: Haydar Yahya|Song by: Sulis
Sumber Gambar: postersiregar.posterous.com


Ini adalah lyric Lagu Generasi Indonesia. Lagu ini khusus ditulis oleh Ustadz Haydar Yahya untuk peringatan Hari Kemerdekaan Republk Indonesia Tahun 2011 lalu.
Lagu ini dilantunkan dengan penuh khidmad oleh Sulis (Pelantun Sholawat dalam Album Cinta Rasul) pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 bertajuk "Melunasi Janji Kemerdekaan" di kampusnya Sulis, Universitas Paramadina.
Kalimat-kalimat yang tertuang dalam lirk lagunya ditambah lagi dengan pembawaan yang penuh dengan penjiwaan, membuat siapapun yang di dalam hatinya tersimpan rasa cinta pada nusantara ini pasti merinding.
Buat sahabat semua yang memang cinta pada negeeri ini, mesti, kudu, harus, dan (di)wajib(kan) :) untuk membaca ulang Lirik lagunya dan mengamalkan apa-apa yang tertuang disana.
Oh, iya mau tahu gimana lagu ini dibawakan dengan penuh penjiwaan oleh Sulis? boleh, langsung aja tengok liat dibawah.

Jumat, 06 Januari 2012

Senyum Penghargaan

Senyum Adalah:Sumber energi terbarukan yang tak akan pernah habis.



Senyuman ini adalah sebuah senyuman yang dibidik oleh Mas Triyono di sela-sela perbincangan hangat. Sebuah senyuman yang tercipta secara otomatis ketika mendengar pendapat orang lain, senyum ini disebut Senyum Penghargaan

Penciptaan sebuah senyuman tidak membutuhkan banyak energi, seseorang hanya perlu menarik beberapa urat wajah untuk menghasilkannya. Dan energi dari sebuah senyuman ini dapat dimanfa'atkan antara lain untuk membangkitkan kebahagiaan, mengusir kesedihan, dan dapat MENCIPTAKAN Senyuman-senyuman lain.
Artinya hanya dari sebuah senyuman, dapat membangkitkan kebahagian dan dapat mengusir kesedihan dari muka bumi ini.
Jadi marilah kita tersenyum, Let'S SMILE. :)

Selasa, 03 Januari 2012

How to Find The Idea(s), and Where They Go?

Ketika seorang penulis (pemula) sudah beberapa waktu tertentu tidak menghasilkan tulisan, atau seorang Blogger (newbie) tidak meng-update blog nya ataupun tidak melakukan posting, biasanya mereka akan melontarkan jawaban yang sama atas satu pertanyaan ini.
“Mengapa tidak menulis?”
Jawabnya: “Gak punya ide” atau “Gak Ada Ide” atau “No Idea” atau dengan kalimat-kalimat lain yang memiliki maksud yang tidak sama tapi senada (pengalaman pribadi) Hehehe,,,
Nah, jika seperti ini kejadiannya, bagaimana mengatasi nya? Baiklah, kali ini saya mau berbagi pengalaman nih tentang Bagaimana Menemukan Ide, dan Kemanakah Mereka (ide) itu Pergi?


Jadi begini, sejatinya otak manusia itu dipenuhi dengan bermacam ide yang berlompatan tak tentu arah, sehingga ide itu tak perlu dicari.
Tapi kenapa terkadang kita masih saja kehabisan ide?
Good Question…! Jawabnya karena ide yang ada dalam otak manusia itu bersifat liar, masih terlalu umum, atau katakanlah masih mentah. Sehingga perlu untuk dirangsang, diolah , dan dikembangkan sehingga bisa menjadi sesuatu, begini caranya:

Melihat sesuatu dengan cara yang berbeda
Lakukanlah sesuatu yang lebih dari sekedar melihat, yakni memperhatikan. Ketika menemui dua ekor ayam yang sedang bertarung, coba pikirkan mengapa mereka bertarung? Jika mereka bias berkata, apa yang akan mereka bicarakan?, Bagaimana merea memulai? Dan seterusnya,,, dan seterusnya,,, sampai kita bayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka.

Gunakan Panca Indera
Bukan hanya mata yang kita miliki untuk merangsang ide itu menjadi sesuatu. Disuatu pagi yang cerah, coba perhatikan matahari yang tengah berusaha untuk meninggi, perhatikan setiap perubahannya, rasakan sentuhan hangatnya, dengarkan bagaimana angin menyapa kita dengan lembut, hirup dalam-dalam udara pagi yang belum tercemar dan rasakan kesegarnya.

Latihan
Sering-seringlah lakukan kedua hal diatas, Gunakan Panca Indera kita untuk mangamati sesuatu. Dan amatilah sesuatu hal yang biasa secara mendetil, coba untuk mendeskripsikan sesuatu, membandingkan dua hal yang berbeda, menyusun kalimat dari dua kata yang sama sekali berbeda, dan sebagainya.

Tuliskan
Terkadang kita harus merangsang ide dalam otak kita untuk muncul kepermukaan agar dapat diolah menjadi sesuatu. Namun terkadang, mungkin karena faktor internal atau mungkin karena apa yang ada disekitar kita dapat memunculkan ide dengan sendirinya ke permukaan, dan biasanya dia muncul hanya sesaat dan tidak tentu waktunya kemudian dia kembali tenggelam dalam memori otak kita, Oleh karena itu Tuliskanlah ide yang muncul secara tiba-tiba itu agar dapat diolah menjadi sesuatu. Jadi sebenarnya ide itu ada dalam otak kita, tidak pergi kemana-mana, dia hanya timbul dan tenggelam. Maka siapkanlah pena dan secarik kertas dimanapun kita, atau buatlah shortcut notes di homescreen ponsel kita.
Nah itu beberapa pengalaman saya mendapatkan ide, mungkin Sahabat punya pengalaman juga dalam mendapatkan ide, yuk sharing di comment.

sumber gambar: motivasiandi.blogspot.com

Selasa, 10 Agustus 2010

Sasando Rote (Indonesa Bangga Memilikimu)

Sasando Rote
Kemaren malem nonton audisi Indonesia’s Got Talent, sebuah ajang pencarian bakat bertaraf international yang ditayangkan oleh station tv Indosiar. Para peserta berlomba menampilkan talent mereka dihadapan 3 orang juri dan ratusan audiance, ada yang memukau, aneh-aneh , ampe gak penting (yang penting nongol di tipi) mungkin demikian motifnya, hehe…
“Indonesia Bangga Memilikimu” demikian yang sering dikatakan oleh juri ketika mendapati kontestan yang benar-benar bertalenta. Salah satu penampilan yang memukau dan membuat “Indonesia Bangga Memilikimu” adalah penampilan seorang pemuda asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur yang ‘memainkan’ sebuah lagu dengan alat musik bernama Sasando Rote.
Tiga orang juri dan para audiance sangat menikmati permainannya, termasuk saya yang ikut terkesima melalui layar kaca. Usai memainkan lagu tersebut, lantas salah satu juri ‘menantang’ pemuda ini untuk lagu dari mancanegara yang dikenal secara international.
“Bonjovi” pemuda itu tanpa banyak basa basi kemudian mendekati ‘partnernya’ dan segera saja memainkan lagu yang dimaksud. Lagi, para audiance dan juri pun hanyut kembali dalam alunan petikan sasando rote. Tanpa banyak komentar salah satu juri mengatakan “dari kita”,.. “Yess…!!!” demikian kompaknya para juri memberi keputusan untuk meloloskan pemuda ini ke babak selanjutnya. Sedikit info, untuk melewati babak ini seorang kontestan harus mendapatkan minimal 2(dua) ‘Yes’ dari juri.
Sasando Rote Indonesia Bangga Memilikimu.
‘Rote’ yang dipakai disini adalah nama daerah asal dari alat musik ini (yuk kita jaga, jangan sampai di klaim oleh bangsa lain). Adalah sebuah Pulau(kepulan) yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedang ‘Sasando’ sendiri berasal dari kata Sasandu (dari Bahasa Rote) yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi.
Sasando Rote sendiri terbuat dari tabung panjang(biasanya dari bambu) yang bagian tengahnya tersusun ganjalan-ganjalan melingkar dari atas ke bawah yang bila diperhatikan menyerupai anak-anak tangga. Ganjalan-ganjalan ini adalah tempat bertumpunya senar(dawai ) yang merentang di sepanjang tabung guna menghasilkan nada berbeda pata setiap petikan dawainya.
Kemudian tabung ini di tempatkan dalam wadah ‘resonansi sasando’ yaitu terbuat dari daun lontar yang dibuat seperti kipas yang membentuk setengah lingkaran, sehingga bentuk sasando rote mirip bawang (menurut saya). Sasando Rote, Aku Bangga Memilikimu, Indonesia Bangga memilikimu, bagaimana dengan anda? Apakah Anda Bangga memilikinya?

Sumber Gambar: suaranada.wordpress.com