Teks atau Nilai?
- Pancasila itu sudah sesuai dengan Islam, Pancasila itu mengadopsi Syari'at Islam.
- Benar...!, maka tidak berdosa mengamalkan Pancasila. Maka merupakan
suatu kebaikan mengamalkan Pancasila, karena berarti kita telah
mengamalkan SEBAGIAN Syariat Islam.
- Namun Islam harus dijalankan secara keseluruhan bukan sebagian, diamalkan secara kaaffaah tidak setengah-setengah.
- Maka dengan menerapkan dan mengamalkan syariat Islam, secara otomatis
kita sudah menerapkan dan mengamalkan Pancasila. Dan dengan menerapkan
serta mengamal Pancasila kitapun sudah menerapkan dan mengamalkan Islam
sebagian, namun MENAFIKKAN sebagian yang lain.
Ma'af, ini hanyalah celotehan yang terabadikan. Buah pikiran, semoga mencerahkan
Rabu, 03 September 2014
Asumsi Islamophobia
ASUMSI: Jika Syari'at Islam diterapkan, maka akan membahayakan muslim di daerah-daerah dimana muslim menjadi minoritas.
FAKTA: Syariat Islam (saat ini) tidak diterapkan dan Umat Islam terdzolimi tidak ada yang membela. Muslimah di Bali, di Papua berhijab dilarang dan di diskriminasi kemudian kita dibungkam atas nama toleransi.
Obat, hanya akan menjadi obat jika dikonsumsi. Ia akan menjadi perantara kesembuhan jika dikonsumsi. Obat yang hanya dipajang di etalase, selamanya tidak pernah menjadi perentara kesembuhan bagi sakit seseorang.
FAKTA: Syariat Islam (saat ini) tidak diterapkan dan Umat Islam terdzolimi tidak ada yang membela. Muslimah di Bali, di Papua berhijab dilarang dan di diskriminasi kemudian kita dibungkam atas nama toleransi.
Obat, hanya akan menjadi obat jika dikonsumsi. Ia akan menjadi perantara kesembuhan jika dikonsumsi. Obat yang hanya dipajang di etalase, selamanya tidak pernah menjadi perentara kesembuhan bagi sakit seseorang.
Islam adalah Rahmat bagi Seluruh Alam, dan itu hanya akan terjadi jika diterapkan dan diamalkan.
Islam Rahmatan lil 'Alamin hanya ada dalam khayalan jika hanya dijadikan slogan, hanya kajian tanpa penerapan dan pengamalan.
Islam Rahmatan lil 'Alamin hanya ada dalam khayalan jika hanya dijadikan slogan, hanya kajian tanpa penerapan dan pengamalan.
Minggu, 24 Agustus 2014
Jatuh itu Sakit
Temans, kalian pernah jatuh?
Sakit kan....?
Makanya jangan suka jatuh, ya...!
- Kalau Jatuh Cinta...?
Sama aja, yang namanya jatuh itu sakit.
Gak percaya?
Coba aja kamu jatuh cinta sama orang yang gak pernah dan gak akan pernah mencintaimu, pasti sakit. Kalo gak keliatan sakit juga paling cuma pura-pura tegar, tapi dalemannya mah hancur luluh lantak.
Sakit kan....?
Makanya jangan suka jatuh, ya...!
- Kalau Jatuh Cinta...?
Sama aja, yang namanya jatuh itu sakit.
Gak percaya?
Coba aja kamu jatuh cinta sama orang yang gak pernah dan gak akan pernah mencintaimu, pasti sakit. Kalo gak keliatan sakit juga paling cuma pura-pura tegar, tapi dalemannya mah hancur luluh lantak.
Minggu, 10 Agustus 2014
Selasa, 05 Agustus 2014
Pandangaan Terhadap ISIS
Tanpa pemikiran yang cemerlang dan hati yang terbebas dari hasud dan
dengki, maka membedakan antara Negara dan Gerakan (Organisasi) adalah
sulit apalagi ketika keduanya menggunakan nama yang sama.
Rabu, 16 Juli 2014
Dambaan Lelaki dan Wanita
Setiap lelaki tentu mendamba wanita sholihah yang taat pada Allah.
Setiap wanita tentu menginginkan lelaki Sholih yang mendambakan keridhoan Allah.
Lelaki dan Wanita yang saling mencinta karen Allah, tentulah keridhoan Allah ada pada mereka.
Mencintai karena Allah adalah menempatkan Cinta kepada Allah sebagai yang paling utama sebelum makhluk Nya.
Mencintai karena Allah adalah taat pada semua aturan Allah dalam mencinta
Mencintai karena Allah adalah menuntun dia kepada jalan menuju surga nya Allah
Mencintai karena Allah adalah meninggalkan maksiyat bersamanya karena Allah
Lelaki yang mencintai wanita karena Allah, dia akan menahan diri sampai pernikahan halalkan hubungan mereka
Wanita yang mencintai lelaki karena Allah, dia akan menjaga kehormatannya hanya untuk suaminya.
Lelaki yang mencintai wanita karena Allah, dia akan memantaskan diri untuk menjadi imam agar dapat membimbingnya taat kepada Allah.
Wanita yang mencintai lelaki karena Allah, dia akan menutup dirinya dengan hijab, dia tidak akan mengumbar kecantikannya pada khalayak, karena kecantikannya hanyalah untuk suaminya kelak.
Setiap wanita tentu menginginkan lelaki Sholih yang mendambakan keridhoan Allah.
Lelaki dan Wanita yang saling mencinta karen Allah, tentulah keridhoan Allah ada pada mereka.
Mencintai karena Allah adalah menempatkan Cinta kepada Allah sebagai yang paling utama sebelum makhluk Nya.
Mencintai karena Allah adalah taat pada semua aturan Allah dalam mencinta
Mencintai karena Allah adalah menuntun dia kepada jalan menuju surga nya Allah
Mencintai karena Allah adalah meninggalkan maksiyat bersamanya karena Allah
Lelaki yang mencintai wanita karena Allah, dia akan menahan diri sampai pernikahan halalkan hubungan mereka
Wanita yang mencintai lelaki karena Allah, dia akan menjaga kehormatannya hanya untuk suaminya.
Lelaki yang mencintai wanita karena Allah, dia akan memantaskan diri untuk menjadi imam agar dapat membimbingnya taat kepada Allah.
Wanita yang mencintai lelaki karena Allah, dia akan menutup dirinya dengan hijab, dia tidak akan mengumbar kecantikannya pada khalayak, karena kecantikannya hanyalah untuk suaminya kelak.
Sabtu, 28 Juni 2014
Harapan
Aku selalu mengharap pertolongan Allah, meski kusadari aku belumlah layak.
Hanya kepada Allah lah menyandarkan semua harapan, agar aku tak jatuh dalam jurang kekecewaan.
Hanya kepada Allah lah menyandarkan semua harapan, agar aku tak jatuh dalam jurang kekecewaan.
Sabtu, 14 Juni 2014
Demokrasi (vs) Pancasila
Aku sungguh merasa aneh kepada orang-orang yang mengaku dirinya
sebagai Pancasilais Sejati, tetapi justru malah menjadi pembela
demokrasi.
Kenapa?
Karena DEMOKRASI justru MENGINJAK-INJAK nilai-nilai PANCASILA itu sendiri.
Karena Pancasila memiliki nilai "Ketuhanan Yang Maha Esa" sedangkan demokrasi Justru menihilkan Peran Tuhan dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Tuhan hanya ditempatkan di tempat-tempat ibadah saja.
Akibatnya, UU yang dihasilkan oleh Demokrasi telah mengizinkan kekayaan alam suatu negeri (baca: Indonesia) untuk di exploitasi oleh asing dan negara hanya menerima sangat sedikit dari itu, dan rakyat sebagai pemilik kekayaan alam yang dianugerahkan Tuhan hanya dijadikan penonton. Apakah yang seperti ini sesuai dengan nilai "Kemanusiaan Yang adil dan Beradab"?
Dengan Demokrasi, atas nama kebebasan, Timor-Timur dapat berlepas diri dari Indonesia. Apakah ini yang disebut dengan "Persatuan Indonesia"?
Teori Demokrasi menyatakan bahwa Kekuasaan di tangan (wakil) Rakyat. Fakta Demokrasi para wakil rakyat bukan bekerja untuk rakyat. Buktinya, terlalu banyak UU yang justru menyengsarakan rakyat, bukannya berpihak kepada rakyat. Sekali lagi, Demokrasi menginjak nilai pancasila.
Lagi-lagi, Demokrasi telah mengkomersialkan kesehatan , pendidikan, dsb. Yang seharusnya itu menjadi tanggung jawab negara untuk mensejahterakan rakyatnya, menjamin pendidikannya. Tapi Demokrasi telah menafikkan itu semua. Hanya orang-orang berduit yang layak menikmati pedidikan yang baik, Orang miskin dilarang sakit. Demokrasi lagi-lagi menginjak nilai "Keadilan sosial".
Kenapa?
Karena DEMOKRASI justru MENGINJAK-INJAK nilai-nilai PANCASILA itu sendiri.
Karena Pancasila memiliki nilai "Ketuhanan Yang Maha Esa" sedangkan demokrasi Justru menihilkan Peran Tuhan dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Tuhan hanya ditempatkan di tempat-tempat ibadah saja.
Akibatnya, UU yang dihasilkan oleh Demokrasi telah mengizinkan kekayaan alam suatu negeri (baca: Indonesia) untuk di exploitasi oleh asing dan negara hanya menerima sangat sedikit dari itu, dan rakyat sebagai pemilik kekayaan alam yang dianugerahkan Tuhan hanya dijadikan penonton. Apakah yang seperti ini sesuai dengan nilai "Kemanusiaan Yang adil dan Beradab"?
Dengan Demokrasi, atas nama kebebasan, Timor-Timur dapat berlepas diri dari Indonesia. Apakah ini yang disebut dengan "Persatuan Indonesia"?
Teori Demokrasi menyatakan bahwa Kekuasaan di tangan (wakil) Rakyat. Fakta Demokrasi para wakil rakyat bukan bekerja untuk rakyat. Buktinya, terlalu banyak UU yang justru menyengsarakan rakyat, bukannya berpihak kepada rakyat. Sekali lagi, Demokrasi menginjak nilai pancasila.
Lagi-lagi, Demokrasi telah mengkomersialkan kesehatan , pendidikan, dsb. Yang seharusnya itu menjadi tanggung jawab negara untuk mensejahterakan rakyatnya, menjamin pendidikannya. Tapi Demokrasi telah menafikkan itu semua. Hanya orang-orang berduit yang layak menikmati pedidikan yang baik, Orang miskin dilarang sakit. Demokrasi lagi-lagi menginjak nilai "Keadilan sosial".
Jadi
buat yang mengaku sebagai Seorang Pancasilais sejati, tapi masih
mati-matian jadi pembela Demokrasi, Apa yang sebenarnya kalian harapkan
dari Demokrasi?
Sekali lagi, saya sungguh merasa aneh ketika yang di Inginkan adalah kebaikan tetapi yang diamalkan justru sesuatu yang bertentangan dengan yang diharapkan.
#Renungan
Sekali lagi, saya sungguh merasa aneh ketika yang di Inginkan adalah kebaikan tetapi yang diamalkan justru sesuatu yang bertentangan dengan yang diharapkan.
#Renungan
Selasa, 03 Juni 2014
Seperti Itulah Dakwah
Memang seperti itu dawah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta
semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan,
duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang
dakwah. Tentang umat yang kau cintai.
Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret... Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari…
Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu…
Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret... Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari…
Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu…
(Written in Page KH. Rahmat Abdullah)
Jumat, 30 Mei 2014
Untukmu yang Jauh Disana
Bersabarlah dalam penantian,
Simpanlah saja rindumu itu, sebagaimana aku pendam dalam-dalam rasa rinduku
Hingga kelak aku qabulkan, ijab yang diakadkan walimu,
Saat itu rindu tak lagi terlarang, pandangan telah dihalalkan
Semuanya 'kan indah dalam keridhoan Allah pencipta Alam.
Simpanlah saja rindumu itu, sebagaimana aku pendam dalam-dalam rasa rinduku
Hingga kelak aku qabulkan, ijab yang diakadkan walimu,
Saat itu rindu tak lagi terlarang, pandangan telah dihalalkan
Semuanya 'kan indah dalam keridhoan Allah pencipta Alam.
Kamis, 20 Maret 2014
Interaksi
Interaksi antar pria dan wanita berpotensi menimbulkan hasrat seksual
yang dapat menjurus pada hal-hal terlarang. Sementara dalam realitas
perlu adanya tolong menolong antara pria dan wanita, demi tercapainya
kemaslahatan hidup di masyarakat. Bagaimana mempertemukan kedua hal
tersebut?
Rabu, 19 Maret 2014
Cerdas...!
Orang pintar belum tentu benar, Orang benar belum tentu pintar.
Orang Cerdas, memanfaatkan kepintarannya atas dasar Kebenararan.
Jadilah orang Cerdas.
Orang Cerdas, memanfaatkan kepintarannya atas dasar Kebenararan.
Jadilah orang Cerdas.
Senin, 10 Maret 2014
Puisi Buya Hamka kepada M. Natsir
meskipun bersilang keris di leher
berkilat pedang di hadapan matamu
namun yang benar kau sebut juga benar
cita Muhammad biarlah lahir
bongkar apinya sampai bertemu
hidangkan di atas persada nusa"
Jibril berdiri sebelah kananmupuisi HAMKA pada M, Natsir seusai pidatonya pada Sidang Konstituante RI 1957
Mikail berdiri sebelah kiri
lindungan Ilahi memberimu tenaga
suka dan duka kita hadapi"
suaramu wahai Natsir, suara kaum-mu
kemana lagi, Natsir kemana kita lagi"
ini berjuta kawan sepaham
hidup dan mati bersama-sama
untuk menuntut Ridha Ilahi
dan aku pun masukkan
dalam daftarmu.....!
Selasa, 11 Februari 2014
Menilai Dari Penampilan Diri
Ini berkaitan dengan posting sebelumnya, tentang penampilan bukan tolok ukur penilaian kepribadian manusia, tapi salah satunya.
Sudah kita ketahui bersama bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Sedang kepribadian diukur dari pola pikir dan pola sikap nya.
Bagaimana menilai penampilan sebagai tolok ukur kepribadian seseorang?
Saya ingin katakan, penampilan adalah salah suatu perbuatan hasil dari pemikiran
Ketika buruk penampilan seseorang, maka lihatlah, apakah itu sudah menjadi kebiasaan? lihat pula perbuatan lainnya yang merupakan produk dari pikiran. Jika memang buruk sikapnya, kebiasaan nya tercela, mungkin memang itulah adanya.
Ketika buruk penampilan seseorang, namun sikap nya adalah kebaikan, kebiasaan nya adalah melakukan hal yang manfaat, mungkin saja dia sedang alpha.
Ketika baik penampilan seseorang, maka lihatlah kebiasaan nya, jika sikapnya selaras, menunjang penampilannya, menebar kebaikan kepada sesama, meninggalkan hal yang sia-sia, sungguh dia adalah pribadi yang istimewa.
Ketika baik penampilan seseorang, namun sikapnya bertentangan dengan akhlaq mulia, suka melakukan perbuatan tercela, tidak meninggalkan yang sia-sia. Maka perlu kita do'akan bersama, Semoga penampilannya menjadi awal kebaikannya, semoga sikapnya seindah penampilannya, semoga pikirnya sesuai tuntunan agama, semoga Allah mudahkan hidayah baginya, Aamiin...
Sudah kita ketahui bersama bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Sedang kepribadian diukur dari pola pikir dan pola sikap nya.
Bagaimana menilai penampilan sebagai tolok ukur kepribadian seseorang?
Saya ingin katakan, penampilan adalah salah suatu perbuatan hasil dari pemikiran
Ketika buruk penampilan seseorang, maka lihatlah, apakah itu sudah menjadi kebiasaan? lihat pula perbuatan lainnya yang merupakan produk dari pikiran. Jika memang buruk sikapnya, kebiasaan nya tercela, mungkin memang itulah adanya.
Ketika buruk penampilan seseorang, namun sikap nya adalah kebaikan, kebiasaan nya adalah melakukan hal yang manfaat, mungkin saja dia sedang alpha.
Ketika baik penampilan seseorang, maka lihatlah kebiasaan nya, jika sikapnya selaras, menunjang penampilannya, menebar kebaikan kepada sesama, meninggalkan hal yang sia-sia, sungguh dia adalah pribadi yang istimewa.
Ketika baik penampilan seseorang, namun sikapnya bertentangan dengan akhlaq mulia, suka melakukan perbuatan tercela, tidak meninggalkan yang sia-sia. Maka perlu kita do'akan bersama, Semoga penampilannya menjadi awal kebaikannya, semoga sikapnya seindah penampilannya, semoga pikirnya sesuai tuntunan agama, semoga Allah mudahkan hidayah baginya, Aamiin...
Senin, 10 Februari 2014
Guru yang Terbaik
Pengalaman adalah Guru yang terbaik.
Tapi, pengalaman itu apa...? Apakah untuk memahami bahwa mencuri itu tidak baik lantas kita mesti mencuri...? Padahal telah sampai kepada kita pengetahuan, bahwa mencuri itu terlarang.
Sekali-kali tidaklah demikian kawan,
Kita tidak perlu mengalami segala hal untuk menjadi orang yang berpengalaman. Kita bisa belajar dari pengalaman orang lain, kan.
Pengalaman tentang kesalahan orang lain, jadikan pelajaran agar kelak tak pernah kita lakukan.
Pengalaman baik orang lain, jadikan penyemangat agar kita bisa lakukan yang lebih baik lagi.
Pengalaman buruk orang lain, jadikan acuan untuk kita hindarkan yang demikian.
Jika dari pengalaman orang lain saja kita bisa ambil pelajaran. Untuk apa kita lakukan keburukan?
Lakukanlah hanya kebaikan Niscaya kelak pengalaman terbaik kita, 'kan jadi pelajaran.
Tapi, pengalaman itu apa...? Apakah untuk memahami bahwa mencuri itu tidak baik lantas kita mesti mencuri...? Padahal telah sampai kepada kita pengetahuan, bahwa mencuri itu terlarang.
Sekali-kali tidaklah demikian kawan,
Kita tidak perlu mengalami segala hal untuk menjadi orang yang berpengalaman. Kita bisa belajar dari pengalaman orang lain, kan.
Pengalaman tentang kesalahan orang lain, jadikan pelajaran agar kelak tak pernah kita lakukan.
Pengalaman baik orang lain, jadikan penyemangat agar kita bisa lakukan yang lebih baik lagi.
Pengalaman buruk orang lain, jadikan acuan untuk kita hindarkan yang demikian.
Jika dari pengalaman orang lain saja kita bisa ambil pelajaran. Untuk apa kita lakukan keburukan?
Lakukanlah hanya kebaikan Niscaya kelak pengalaman terbaik kita, 'kan jadi pelajaran.
Langganan:
Postingan (Atom)
