Minggu, 08 September 2013

Kebutuhan Jasmani, Naluri, dan Pemenuhannya

Ilustrasi
Kehidupan manusia selalu berhubungan dengan Kebutuhan jasmani dan naluri. Keduanya adalah fitrah yang adanya adalah pasti, keberadaannya tidak perlu untuk dipertentangkan dan tidak pula dapat dipungkiri, kecuali jika kita telah mati.
Baik kebutuhan jasmani maupun naluri, keduanya memiliki kemiripan dalam pandangan saya. Dan hal yang pasti adalah keduanya butuh pemenuhan di setiap kemunculannya. Nah, cara pemenuhan inilah yang penting untuk diperhatikan.
Bagaimana membedakan antara kebutuhan jasmani dan naluri?
Keberadaannya adalah pasti. Untuk membedakannya bisa diketahui dari cara munculnya dan kaitannya terhadap pemenuhannya.
Jika Kebutuhan Jasmani munculnya melalui faktor-faktor internal yang ada dalam diri manusia itu sendiri. Kemunculannya tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal yang ada. Sedangkan Naluri, bisa muncul dari faktor internal dapat pula muncul karena pengaruh eksternal yang dapat terindera.
Sebelum kita bahas tentang kaitannya terhadap pemenuhan keduanya, saya ingin sampaikan bahwa naluri (Gharizah) yang ada pada manusia secara garis besar dibagi kedalam 3 (tiga) macam. Yakni: (1) Naluri untuk Mempertahankan Diri (Gharizatul Baqa'), (2) Naluri Melestarikan Keturunan (Gharizatun Nauw'), dan (3) Naluri untuk beragama (Gharizah At-Tadayyun).
Kemudian untuk membedakan antara kebutuhan jasmani dan naluri, dilihat dari kaitannya terhadap pemenuhannya adalah sebagai berikut:
Kebutuhan jasmani yang kita ketahui munculnya melalui faktor-faktor internal yang ada dalam diri manusia itu sendiri, maka ini menuntut pemenuhan yang pasti. Jika tidak, hal ini dapat menimbulkan bahaya pada diri seseorang. Misalnya kebutuhan akan bernapas, makan, minum dan sebagainya. Kebutuhan semacam ini, jika tidak dipenuhi akan menyebabkan bahaya, bahkan pada waktu tertentu dapat mengakibatkan kematian.
Sedangkan naluri yang kita ketahui munculnya dapat dipengaruhi oleh faktor external yang dapat terindera, maka hal ini dapat dicegah kemunculannya dengan menjauhkan fakta-fakta yang dapat mempengaruhi kemunculannya.
Namun demikian, bilapun kemunculannya tidak dapat dicegah maka pemenuhannyapun tidak menuntut suatu keharusan. Karena jikapun naluri yang muncul ini tidak dipenuhi, itu tidak akan menimbulkan bahaya pada diri seseorang. Tapi naluri yang muncul bila tidak dipenuhi hanya akan menimbulkan kepedihan dan kegelisahan, selama naluri tersebut muncul atau bergejolak.
Misalnya jika kita melihat makanan yang lezat, maka kita ingin menikmatinya. Ini merupakan naluri yang jika tidak dipenuhi hanya akan menimbulkan kegelisahan selama naluri tersebut bergejolak, namun hal tersebut dapat dialihkan dengan mengalihkan perhatian ke hal-hal lain. Sedangkan jika lapar yang dirasa, ini termasuk dalam kebutuhan jasmani. Karenanya hal tersebut menuntut pemenuhan yang pasti jika tidak dipenuhi, dapat menimbulkan bahaya pada diri seseorang. Adapun pemenuhan kebutuhan terhadap rasa lapar yang ada tidak mensyaratkan makanan yang dimakan haruslah lezat. Dalam Islam standar untuk makanan adalah Halalan Thoyyibah (Yang Halal lagi Baik), adapun keinginan akan makanan yang lezat itu merupaan naluri manusia.
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa keduanya, baik kebutuhan jasmani maupun naluri, kemunculannya menuntut pemenuhan walaupun dengan prioritas berbeda. Maka cara pemenuhannya haruslah dengan cara-cara yang benar. Mengenai cara-cara yang benar ini semua ada didalam Islam, karena ajaran islam adalah ajaran yang benar yang datangnya dari Al-Khaliq yang telah menciptakan Semesta dan manusia dengan fitrahnya yakni memiliki kebutuhan jasmani dan naluri. Misalnya kebutuhan akan makan dan minum, maka harus dipenuhi dengan makanan dan minuman yang Halal lagi Baik, bukan hanya zat nya, tapi juga cara memperolehnya. Atau hasrat sexual yang muncul dari naluri melestarikan keturunan (Gharizatun Nauw') Maka cara pemenuhannya yang benar hanyalah dengan jalan menikah, tidak ada cara lain.
Begitulah islam mengatur kehidupan manusia dengan sangat lengkap dan detail serta sesuai dengan fitrah manusia, hanya saja terkadang kita yang abai sehingga melanggar ketentuan syariat yang mulia.

Sumber Gambar: republika.co.id

Sabtu, 07 September 2013

Jadi Muslim itu ya Harus Islam

Banyak Muslim tapi sedikit yang ter-install Islam didalamnya | banyak yang ngaku Tuhannya Allah tapi menolak diatur Allah

KTPnya sih Muslim, tapi kata-katanya "semua agama itu sama" | bila semua agama itu sama, saya nggak perlu repot memeluk Islam

katanya sih Muslim tapi giliran dibacain ayat dan hadits | dia protes "nggak usah terlalu fanatik lah! Indonesia bukan cuma Islam!"

Muslim itu mesti berani sampaikan apa yang Muhammad saw yakini | bahwa Islam itu tertinggi dan tiada yang lebih tinggi selain Islam

"Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama (Islam) yang benar" (QS 61:9)

"agar Dia (Allah) memenangkannya (Islam) di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci" (QS 61:9)

jadi Muslim kok minder | bangga dong punya Islam

Islam itu makin banyak dipelajari makin membuat orangnya tawadhu | tapi belajar liberal dikit aja sudah bikin angkuh nggak ketulungan

merasa lebih tau dari ayat Allah lalu bilang "itu kan tekstual" | merasa lebih pinter dari Muhammad lalu bilang "itu kan zaman dulu"

syahadat itu artinya meniadakan selain Allah lalu mengakui Allah | bahwa selain Allah itu #Nothing dan #NggakPenting

jadi selain yang Allah sebutkan di dalam Al-Qur'an dan perintahkan pada manusia | itu #Nothing dan #NggakPentingjadi

saya sudah pengalaman jadi tukang sinis pada Islam | alhamdulillah Allah beri jalan kebaikan jalan perubahan

saya bersyukur bisa mengenal Islam dan jadi Muslim | bisa berubah dari pembenci Islam jadi -insyaAllah- pembela Islam

kita doakan aja yang masih sinis pada Islam justri jatuh cinta pada Islam | layaknya Umar bin Khaththab dan Khalid bin Walid

bagi Allah tiada yang mustahil | tugas kita hanya menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik | selesailah tanggung jawab kita

sama seperti penolakan kita terhadap #MissWorld sebagai kampanye penolakan terhadap #PerangPemikiran | yang penting dakwah sudah tunai

dapun semua hasilnya itu urusan lain | proses dakwah bukan membalik telapak tangan | ummat masih perlu banyak di-edukasi

Rasul mengharap pada Makkah namun pertolongan datang dari Madinah | yang kita yakini sama, darimanapun itu, pertolongan Allah pasti datang

tugas kita kini berbisik mesra dengan ukhuwah | agar turun pada kita kecintaan dari Allah

meminimalkan dosa lalu bersemangat berdakwah | karena dakwah ini masalah siapa yang bertahan lebih lama

akan datang masa dimana Allah menolong ummat ini | dengan mengubah para pembenci Islam menjadi penolong agama ini | jangan bosan berdakwah

dakwah itulah sarana hidayah | yang sinis jadi suka | yang benci jadi sayang | semua diawali karena dakwah

yes I am a #Muslim | and very proud of #Islam
Source: Facebook nya Ustadz Felix Siauw

Kamis, 05 September 2013

Landasan Berpikir

Pemikiran seseorang tentang sesuatu pasti terpengaruh oleh lingkungannya. Yakni apa yang kita baca, kita dengarkan, kita lihat dan kita pelajari, ringkasnya pemikiran seseorang bergantung pada "makanan" yang dikonsumsi pikiran kita. "Makanan Pikiran" inilah yang menjadi mabda atau Landasan Berpikir.
Maka untuk berpikir secara benar perlu dasar, perlu mabda, perlu landasan berpikir yang benar. Bahwa sesuatu yang benar itu adalah yang bersumber dari ALLOH, yang diwahyukan kepada Rasulnya (Muhammad SAW). Itulah Islam.
Islam adalah agama yang sempurna, sebagaimana Firman ALLOH yang terakhir di wahyukan. Yakni dalam Al-Qur'an Surat Al-Maidah:3 yang Artinya:

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu."

Maka, bagi seorang muslim cukuplah Ajaran Islam yang menjadi landasan berpikir. Karena ajaran islam yang sempurna. Maka 4 (empat) hal yang (seharusnya) menjadi landasan berpikir adalah (1)Al-Qur'an, (2)Al-Hadits, (3)Ijma', dan (4)Qiyas. Tidak perlu lagi mengadopsi pemikiran lain yang bathil.

Sumber Gambar: catatankika.wordpress.com

Pengantar Kategori Syariah

السّلام عليكم

بسم اللّه الرّحمن الرّحيم

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu , bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺑَﻠِّﻐُﻮﺍ ﻋَﻨِّﻰ ﻭَﻟَﻮْ ﺁﻳَﺔ

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Atas dasar itulah ketegori ini  (Syariah) ada. Saya sadari bahwa saya bukanlah seorang 'alim, bukan pula seorang ustadz,saya hanya seorang pembelajar.
Bukan bermaksud menggurui, hanya ingin berbagi tentang apa-apa yang alfakir dapatkan dari kajian-kajian dan pembelajaran. Juga sebagai catatan pribadi (anggap saja demikian), jika suatu saat saya lupa tentang apa-apa yang telah saya pelajari.
Jika didalamnya (tulisan-tulisan saya) terdapat suatu kebenaran sesungguhnya itu ada atas Rahmat dan Hidayah dari ALLOH, Maka amalkanlah.
Jika ada kesalahan dalam tulisan-tulisan saya nantinya, itu merupakan kebodohan, kealpaan dan/atau keterbatasan saya dalam pemahaman. Maka bagi anda yang membaca tulisan saya dan memiliki pemahaman yang benar, maka merupakan kewajiban bagi anda untuk meluruskan pemahaman saya yang salah.
Kategori Syariah ini tidak akan saya bagi-bagi kedalam beberapa subkategori, jadi didalamnya bisa mencakup tentang aqidah, ibadah, akhlaq, muamalah dan sebagainya, serta pembahasan segala persoalan manurut pandangan islam.
Ada juga kemungkinan tulisan yang (akan) saya publish bukan tulisan saya. Tapi tulisan orang lain yang memang diizinkan untuk repost (dipublikasi ulang/disebarkan). Untuk tulisan semacam ini, maka akan saya tuliskan juga referensinya atau sumber tulisannya.
Demikian pengantar ini saya buat, semoga bermanfaat, mohon maaf atas segala khilaf.

والسّلام عليكم

Selasa, 27 Agustus 2013

Sholeha

Karena engkau mulia, sepatutnya dan seharusnya diperlakukan terhormat.
Sesungguh usahamu menjaga kemuliaanmu, Setinggi itulah penghormatanku kepadamu.
# WanitaSholeha

Selasa, 13 Agustus 2013

Memohon Ma'afmu

Walau aku selalu berpikir dalam setiap tindakan, merasa sebelum berkata, namun tetap saja,,,
Mungkin ada kata yang membuatmu luka. Tingkah yang salah, serta amarah yang membuatmu resah. Buruk sangka dan dusta buatmu kecewa. Terkadang pula hati dan fikiran ini menuntun jemariku untuk menuliskan kata-kata yang mungkin tak kau suka, untuk itu AKU MEMOHON MA'AFMU. Semoga engkau dan aku dapat menggapai Ridho ROBBIY, Aamiin...

Selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1434 H.
Mohon ma'af lahir & bathin.

Sabtu, 24 November 2012

Surat Untuk Jodohku

Untukmu, Perempuanku,,,,
Wherever You are.

Aku berharap dirimu selalu sehat dan tak kurang sesuatupun. Aku yakin dirimu disana masih menantiku. Teruslah kau menanti hingga aku datang menjemputmu untuk kita jalani hidup bersama.

Rinduku, kini telah menuntun hatiku untuk mencarimu. Anganku selalu mencoba untuk melukiskan raut wajahmu yang berhias seulas senyum, namun semua sirna bersama gelapnya malam.

Ingin aku memanggil sebuah nama, nama yang telah dituliskan dalam sebuah kitab bernama Lauhul Mahfudz. Namun saat ini aku belum mengenal nama itu, namamu, perempuanku, jodohku.

Kalau boleh tahu, kamu sekarang ada dimana?. Aku mencarimu kemana-mana. Tapi aku belum jua menemui dirimu. Apa mungkin kamu adalah seseorang yang sudah aku kenali? Namun Allah belum megabarkannya kepada kita, jika kita berjodoh? Ya , kita. Aku dan kamu, hatiku dan hatimu.

Aku ingin menemuimu di saat yang tepat, saat kau telah siap untuk menjalani hidup bersamaku. Karna dalam pencarianku, aku juga tangah mempersiapkan banyak hal untukmu, untukku, untuk kita.

Perempuanku, do’akan aku, do’akan aku agar aku dapati jalan untuk menemukanmu. Do’akan aku agar aku dapat malihat wajahmu, mengenalmu, mencintaimu, dan meraih hatimu. Aku ingin pertemuan kita kelak, menjadi sebuah kenangan yang indah. Kenangan yang tak terlupakan, dan aku ingin mengabadikannya dalam kata kita, bersamamu. Aku dan kamu menuliskan kisah kita, agar seluruh dunia tahu.

Akulah lelaki yang kelak menjadi imammu, membimbingmu, dan menuntunmu agar kita dapat menjalani kehidupan kita dengan indah. Sayang, keindahan itu pasti akan tercipta jika kita bisa saling mengerti, saling memahami, dan saling berbagi. Semua itu pasti bisa kita raih, karna dirimu menggenggam erat separuh jiwaku, sebagaimana aku memeluk hatimu.

Perempuanku, sementara aku mencarimu. Belajarlah banyak hal, belajarlah tentang cinta dan kasih sayang, belajarlah untuk mengerti dan memahami, belajarlah untuk memberi dan berbagi, karna kelak jika kamu sudah hidup bersamaku, kamu harus melakukan banyak hal, sayang. Kamu akan menjadi pelengkap bagi jiwaku, kamu adalah ibu dari anak-anakku, anak-anak yang lahir dari rahimmu, anak kita sayang.

Aku tidak mengharapkan dirimu menjadi seseorang yang sempurna, karna aku sadar, tak ada seorangpun yang sempurna di dunia ini. Kesempurnaan itu adalah ketika kita, aku dan kamu, dapat saling melengkapi, saat aku lemah aku ingin kau menjadi penguat bagiku. Saat aku jatuh terpuruk, aku ingin kau menjadi penyemangat bagiku, dan ketika aku bahagia, aku ingin kau selalu ada disampingku. Karna bahagiaku adalah bersamamu.

Berjanjilah sayang, berjanjilah kita akan selalu bersama. Walau kita berbeda, kita masih tetap bisa bersama seperti pelangi kan? Yang dapat menjadikan perbedaan itu indah. Kita bisa kan menjadi seperti senjanya hari yang indah dan teduh, menyejukkan. Tapi aku yakin, senja kita akan lebih indah daripada senjanya hari.

Perempuanku, yang kini tengah mengharapkan kedatanganku, sebagaimana aku berharap untuk berjumpa denganmu. Yakinlah aku pasti akan menemuimu pada waktu yang tepat.

 

                                                           Salam penuh Cinta

 

                                                               Aku, Lelakimu.


Sabtu, 10 November 2012

Hari Pahlawan, Bukan (sekedar) Peringatan

Seremonial, seremonial, seremonial. Lagi dan lagi, seremonial hanyalah seremonial tanpa penghayatan, panjiwaan, dan niat tulus untuk menjadi lebih baik.
Dalam satu tahun, rasanya banyak banget seremonial-seremonial di kalender nasional Republik Indonesia. Mulai dari Tahun Baru, Peringatan Kemerdekaan, Sampai pada hari ini, 10 November yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan hingga nanti masih ada lagi seremonial-seremonial lain sampai pada Hari Ibu, Desember nanti.
Setiap tahun kita pasti melewati Hari-hari Peringatan itu. Seremonial lagi, seremonial lagi, lantas apakah ini buruk? (tidak juga sih). Berarti baik dong? (Relatif).
Jadi kalau kita mau jujur sebenarnya Hari-hari peringatan ini ngefek apa sih buat kita? (mari sejenak kita renungkan).
Kemungkinan besar pasti ada efek positifnya (setidaknya pada hari peringatan tersebut berlangsung). Artinya tidak ada yang buruk dengan Hari peringatan ini, jika demikian adanya. Namun yang kurang tepat dari sebuah perayaan adalah ketika seremonial itu diadakan secara berlebih namun hanya seremonial, tidak memberi pengaruh positif untuk jangka waktu yang panjang.
Peringatan-peringatan ini (seharusnya) bisa menjadi pengingat atau semacam dorongan bagi kita untuk terus berusaha menjadi lebih baik dan untuk Menjadi Bangsa yang Besar.
Mari kita jadikan setiap hari peringatan, benar benar menjadi pengingat bagi kita untuk menjadi lebih baik.
Hari ini 10 November, bersama sama kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Mari kita kenang lagi jasa para pahlawan kemerdekaan, renungkan sejenak untuk apa mereka berjuang. Perjuangan mereka adalah untuk meraih kemerdekaan, untuk menjadikan negeri ini negeri yang bermatabat. Jadi mari kita menjadi bangsa yang bermartabat dengan terus belajar dan menjadi lebih baik, dengan mberi menfaat bagi sesama kita.

Selamat Hari Pahlawan. 10 November 2012

Minggu, 28 Oktober 2012

84 Tahoen

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, Tanah Air Indonesia.


Kedua :
- Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, Bangsa Indonesia.


Ketiga :
- Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.


Djakarta, 28 Oktober 1928


Sabtu, 27 Oktober 2012

Selamat Hari Blogger Nasional

Hari ini merupakan peringatan hari blogger Nasional ke-6 sejak dideklarasikan 6 Tahun lalu oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh.

Pendeklarasian 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional bertepatan dengan acara Pesta Blogger pada 2007 lalu, Acara tersebut merupakan sebuah acara gathering blogger nasional yang untuk pertama kalinya digelar.
Sebagai seorang blogger, saya memiliki harapan di hari blogger nasional ini. Harapan ini sekaligus merupakan tantangan bagi para blogger (wabil khusus diri saya sendiri) untuk menuliskan konten-konten yang positif dan bermanfaat.
Harapan saya tidak terlalu berlebihan kan...? hanya butuh pemikiran dan kemauan untuk mewujudkan harapan itu. Pemikiran untuk dapat memberikan sesuatu yang berguna bagi para pembaca yang secara tidak langsung mengedukasi bangsa ini melalui tulisan-tulisan yang kita hasilkan, dengan cara-cara kita sendiri (baca=blogger) karena sejatinya blogger adalah penulis. Seseorang yang mengolah sebuah photoblog pun pasti akan selalu menulisakan sesuatu untuk memberi keterangan-keterangan pada setiap photo yang di tampilkan dalam blognya itu.
Perkembangan teknologi informasi dan persaingan yang semakin ketat seiring berjalannya waktu, internet kian menawarkan bermacam layanan. Layanan blog gratisan yang semula hanya di dominasi oleh Blogspot dan Wordpress kini semakin beragam bahkan kini layanan blog lokal juga sudah banyak.

Blog dan Social Media.

Dulu, ketika awal-awal populernya blog. Para blogger menyuarakan bahwa "blog bukanlah Tren Sesa(a)t". Saya berharap demikian (ini jadi satu *lagi* harapan saya di Hari Blogger Nasional ini) :-) dan ini sekaligus menjadi tantangan (lagi) buat para Blogger (wabil khusus diri saya sendiri) untuk membenarkan dan mewujudkan pernyataan dan harapan ini :-) .
Seperti yang sudah saya sebutkan bahwa internet kian menawarkan bermacam layanan dan layanan yang tengah populer saat ini adalah Jejaring Sosial yang di dominasi oleh facebook dan twitter. Lalu bagaimana dengan nasib blog dengan adanya layanan baru ini...?
Dengan munculnya layanan Sosial Media ini (saharusnya) blog tetap eksis karna blog dan layanan sosial media yang ada saat ini punya karakteristik yang berbeda.

Lantas Mesti Nge-Blog atau ber-Sosial Media?

Separti yang sudah saya sebutkan tadi bahwa blog dan sosial media punya karakteristik yang berbeda. Dan saya yakin bahwa para blogger bukanlah orang-orang yang (sangat) Pro dengan status quo, dan bahwa kita adalah orang-orang yang terbuka dan selalu welcome dengan hal-hal baru maka layanan baru yang ada dapat kita manfaatkan juga.
Maka ketika saya ditanya pilih mana antara blog atau media sosial? maka jawabannya adalah tidak ada pilihan, saya menggunakan media sosial dan saya tetap seorang blogger :-) .
Sejatinya blog, media sosial dan internet serta seluruh konten yang ada didalamnya hanyalah objek dan kita punya kendali penuh atas nya.

Saya rasa cukup sekian celotehan dari saya di Hari Blogger Nasional ini. Seemoga harapan saya yang tidak muluk-muluk ini dapat bersama kita wujudkan.

Sahabats Blogger, Apa harapan kalian di Hari Blogger Nasional Ini?

Kamis, 25 Oktober 2012

Dia Takkan Tumbang Oleh Topan

Disuatu pagi yang cerah, diteras sebuah rumah (baca=kontrakan) aku duduk dibawah hangatnya sinar matahari yang mulai meninggi. Tenang, hangat, dan sanagat nikmat rasanya menikmatin pagi dengan caara seperti ini, ditambah lagi dengan berteman segelas the hangat yang perlahan membasahi tenggorokan, sungguh nikmat.


Aku meamandang pada rumput-rumput liar yang tumbuh dengan suburnya. Meski tak diinginkan, ia selalu saja muncul lagi dan lagi. Kemudian aku berfikir, ingin rassanya memiliki semangat yang tangguh seperti rumput-rumput liar itu dalam menghadapi dan menjalani kehidupan. Caranya hidup benar-benar memberikan pelajaran berharga jika kita kita mau berfikir tentangnya.
Meski keberadaan nya tidak banyak yang menginginkan, tapi dia selalu tetap dapat tumbuh dan bertaha hidup didalam siatuasi apapun. Bahkan ketika tumbuhan lain sangat sulit untuk bertahan hidup, dia masih bisa. Dimana dia tumbuh, jarang sekali dia meninggi, sehingga bila tertiup angin dia akan tampak indah, sehingga topan pun tak mampu untuk buatnya tumbang.
Memang keberadaan nya adalah ‘pengganggu’ bagi tanaman pangan milik kita. Tapi Jika kita mau melihatnya dari sisi positifnya, sesungguhnya keberadaannya member manfaat. Satu diantaranya adalah ketika kita (harus) meniadakannya, dia dapat dijadikan sebagai pakan begi binatang ternak.
Terkadang kita salah menilai sesuatu hanya dari melihat ppenampilannya saja, tanpa memperhatikannya (melihat, mempelajari, dan berfikir). Sungguh suatu perbedaan yang besar antara melihat dan memperhatikan. Oleh karenanya kita harus memiulai saat ini juga untuk selalu memperhatikan segala sesuatu yang ada. Bukan hanya sekedar melihat. Kita harus merubah cara kita melihat, menjadi cara memperhatikan sesuatu. Begitulah seharusnya kita belajar.

Rabu, 03 Oktober 2012

Kebebasan Itu,


Lakukanlah apapun sesuka hatimu, asalkan tidak mengganggu dan mengusik ketentraman pihak lain, serta tidak merugikan pihak lain, Lakukanlah apapun sesuka hatimu selama engkau mau dan mampu mempertanggungjawabkan perbuatanmu, baik terhadap makhluk maupun dihadapan TUHAN Semesta Alam.

Sabtu, 15 September 2012

Saatnya beralih pada perangkat baru

Dunia fotografi ternyata asik juga dilakoni sebagai hobi, bahkan sudah banyak orang yang bisa punya penghasilan hanya dari fotografi. Tapi untuk saya belum sampai kesitu (mudah-mudahan suatu saat nanti :-) ).
Yang pasti banyak hal yang bisa kita lakukan dengan kamera. Kita bisa mengabadikan moment-moment indah dalam hidup, menyimpan panorama alam yang begitu indah, mengabadikan sunset dikala senja, dan masih banyak hal yang dapat kita alakukan dengan kamera.
Jika selama ini saya bergelut dengan kamera ponsel (yang nyatanya cukup apik juga untuk megabadikan view-view yang indah dari berbagai penjuru negeri) ini contohnya, , tapi lama kelaman kok ya pingin juga ya untuk Upgrade kamera, hehehe...
Setelah melalui pergulatan hebat yang berkemelut dalam jiwa (halah...), maka saya memutuskan untuk memiliki sebuah kamera digital, yang kemampuannya sedikit lebih baik ketimbvang ponsel. Dan mulailah saya berkelana alias Googling untuk cari kamera saku yang pas buat saya, kalau DSLR kayaknya belum pas (budget nya) hehehe. Dan ternyata ada lagi satu jenis kamera yang punya kemampuan mendekati DSLR dan juga gak terlalu ribet dalam penggunaannya, namanya kamera PROSUMER yang punya definisi seperti dituliska di SentraDigital.com sebagai berikut:
Istilah "prosumer" merupakan gabungan PROfesional dan conSUMER. Bila sebuah camera disebut sebagai model prosumer biasanya ditandai kemampuan point and shoot tapi memiliki fitur lebih canggih dibanding pocket camera antara lain seperti dimilikinya kemampuan pemakaian secara manual untuk pengaturan exposure, ISO, tersedianya format RAW image capture. Prosumer camera ditargetkan untuk konsumen yang antusias pada fotografi.

Sepertinya kamera Prosumer ini cocok buat saya, maka mulailah saya mencari- cari kamera prosumer yang pas buat saya. Setelah mencari-cari, mencocok-cocokkan dan membanding-bandingkan, maka pilihan dijatuhkan pada,,,,,, jeng jeng jeng...

Kamera Pilihan

Fujifilm Finepix S2980. Bagaimana-bagaimananya kamera ini, nanti saya ulas karena kameranya juga baru dipesan. belum diterima (saya belinya online).
Semoga dengan perangkat baru ini nanti akan memberikan pengalaman baru dalam jeprat-jepret :-). Kalo kamera pilihan kamu apa sobats?

Rabu, 29 Agustus 2012

Romantisme Kala Senja di Laut Karimun Jawa


Saya menuju ke Kepulauan Karimun Jawa ini dengan menumpang Kapal Cepat KMP Kartini dari Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang selama kurang lebih 3 Jam.
Di Kepulauan Karimun Jawa yang termasuk dalam administrasi Kabupaten Jepara Jawa Tengah ini, saya menginap di Wisma Apung. Sebuah penginapan yang ada diatas permukaan laut, dengan view underwater nya adalah penangkaran Hiu dan Terumbu Karang.
Kegiatan yang saya dan teman-teman saya lakukan pada sinag harinya adalah berkeliling Pulau dan Snorkling.
Didalam foto ini adalah Daniel dan istrinya yang tengah menikmati Honeymoon di Kepulauan Karimun Jawa. Foto ini diambil dalam perjalanan kami dari berkeliling pulau dan snorkling menuju Wisma Apung. Kami dapat memandang Matahari terbenam di sepanjang perjalanan menuju Wisma Apung.

Selasa, 28 Agustus 2012

Suatu Senja di Banten


Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Berkapasistas 300 Mega Watt (MW) ini berada di Desa Sukamaju, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Bangunan yang diresmikan pada Kamis, 28 Januari 2010 silam oleh Presiden Susilo Bamabang Yudhoyono ini terletak di tepian pantai.
Foto ini diambil pada sore hari dengan membelakangi matahari dari Penenahan Ombak di PLTU tersebut.