Sabtu, 06 November 2010

November, Kembali dengan Dua Semangat



Oktober telah berlalu. Ternyata saya melaluinya dengan banyak hal yang luar biasa, dan semuanya outside of the home. Di mulai dengan saat saat mendebarkan setelah sebuah penantian panjang untuk menempuh sebuah perjalanan. Setelah beberapa waktu lalu dinobatkan sebagai salah satu dari 66 orang petualang Aku Cinta Indonesia detik.com yang berkesempatan untuk menikmati keindahan alam Indonesia dengan bermacam keragaman seni dan budaya, bermacam bahasa serta keramahtamahan bangsa Indonesia, dan kemudian mengabarkannya kepada Dunia melalui tulisan dan foto.
Banyak hal hal menarik yang aku dapatkan dalam pengalamanku menjelajah Jawa Tengah dan Kepulauan Karimun Jawa. Mulai dari ketinggalan pesawat ketika akan terbang ke Jakarta, muntah muntah diperjalanan, kedinginan di Dieng Plateau, Berkuda di Gedong Songo, bercumbu dengan hiu di Wisma Apung Karimun Jawa, dan masih banyak hal hal seru nan konyol lainnya.
Sepulang dari perjalanan yang luar biasa, saya kembali berkesempatan untuk menjalani hal luar biasa, menjadi seorang voluteer dan bergabung bersama sebuah team yang luar biasa dalam penyelenggaraan Pesta Blogger, sebuah ajang tahunan berkumpulnya para Netizen di Indonesia yang kini memasuki tahun ke-4 dengan mengangkat tema "Merayakan Keragaman".
Disana, selain bisa bergabung dengan panitia inti dengan Mbak Rara as a chairwoman dan dibantu oleh Shinta (bukan sodaranya jojo yah). Ada zipeng, Golda, Aca, Dimas, dan masih banyak lainnya, gak apal satu satu. Saya juga bertemu dengan teman teman baru yang juga volunteer, ada akhlis, riza, novi, agil, brahmantyo, rangga, fitri, aisha, yusako, myrma, hanum, dan masih banyak lagi.
Acaranya juga seru banget, setelah Acara seremonial dan makan siang ada saat mengunjungci pulau pulau indah dalam break out session. Ada 10 Pulau yang dijadikan nama kelas di brek out session yang masing masing ada 3 sesi di tiap kelas dan diisi oleh banyak sponsor dan komunitas dengan topik beragam, sehingga sekitar 1500 peserta Pesta Blogger+2010 dapat memilih sesi mana yang mereka sukai dan sesuai dengan minat serta ketertarikan nya masing masing. Mau tahu ada apa aja di Breakout Session ini? Nantikan Update selanjutnya.
Yup, setidaknya itulah dua semangat yang aku bawa pulang di akhir Oktober. Semangat Untuk Mencintai Indonesia, dan Semangat untuk tetap ngeblog. Sempurna, berharap November ini aku dapat menebarkan "virus" semangatku ke seluruh penjuru jagat maya, Semangat Aku Cinta Indonesia, Semangat Menulis, Semangat Ngeblog, Semangat positif, Semangat Semangat
Ayo Bakar Semangat mu Kawans.....

Senin, 01 November 2010

Kolaborasi Melodi Indah diatas Kopaja

Tak lama menunggu, sebuah Kopaja Jakarta menghampiri kami yang menunggu di Jl. H R Rasuna Said Jakarta. Satu persatu kami naik. Saya memilih pintu belakang dan mendapatkan kesempatan terakhir untuk naik bus. Meski naik dari pintu belakang, tapi aku kebagian tempat duduk paling depan.
Kopaja melaju dengan suara riuh mesin tua berpadu dengan teriakan kondektur bus yang terus berusaha menjaring calon penumpang. Teman teman yang duduk bergerombol asyik mengobrol, sementara aku yang duduk sendirian dihadapkan pada pamandangan Jakarta dengan bermacam status yang disandangnya dan paling terkenal dengan banjir dan mecetnya.
Seiring berpacunya waktu, kopaja terus melaju, berhenti, manaikkan/menurunkan penumpang dan kembali menggapai tujuan akhir, siklus itu terus berulang seperti mata rantai kehidupan. Tiba tiba ada suara gesekan dawai yang merasuk ke telingaku. dan seakan memanggilku. Iramanya terus mengalir dan "memaksa" aku untuk mencari sumber suara itu.
Aku menoleh dan mendapati seorang lelaki berambut gimbal tengah menggesek dawai biola yang ada diatas pundak kirinya, dengan tangan kanannya. Sal memejamkan mata, jemari tangan kirinya menari menari diatas fingerboard dengan khidmat nya. Seakan permainannya membawanya terbang.
Tidak hanya sang biolis yang terbang, akupin ikut hanyut dalam alunan melodi yang makin lama semakin menghentak. Sedang aku menikmati permainan tunggal, entah darimana datangnya permainan biola itu sudah berkaborazi dengan permainan gitar seorang musisi jalanan. Temponya meningkat, biola dan gitar berkolaborasi diatas kopaja Jakarta dan diantara hiruk pikuknya Kota. Sedang aku menikmatinya, bus yang kami tumpangi berhenti karena sudah mencapai tujuan akhir, yang kemudian disusul dengan berhentinya "Teater on The Bus" yang menampilkan duet antara permainan biola dan gitar.

Minggu, 31 Oktober 2010

Celebrating Diversity in Pesta Blogger 2010


Perhelatan akbar bertajuk Pesta Blogger ini pertama kali digelar pada 27 Oktober 2007, dan tanggal tersebut kemudian ditetapkan Hari Blogger Nasional. Sejak saat itu Pesta Blogger menjadi ajang tahunan berkumpulnya blogger tanah air. Dan di tiap penyelenggaraannya selalu mengusung tema yaog berbeda.
Dalam pelaksanaan Pesta Blogger pertama mengusung tema Suara Baru Indonesia. Pada tahun 2008 memgangkat Blogging fos Society. One Spirit One Nation menjadi tema pada pelaksanaan Pesta Blogger ke-3 pada 2009 silam.
Seiring berkembangnya teknologi, pengguna internet juga mengalami lonjakan luar biasa. Belum lama ini, situs berita okezone.com dalam rilisnya menyatakan pertumbuhan pengguna internet mencapai 600% per tahunnya. Angka yang mencengangkan ini, otomatis melahirkan beragam minat di jagat maya. Keberagaman ini yang kemudian dirayakan dalam Pesta Blogger+ 2010 yang digelar di Epicentrum Walk di kawasan Rasuna Epicentrum Jl. H R Rasuna Said kav. C22 Kuningan, Jakarta Selatan. Lho kok pake "+"?. Iya, karena memang Pesta Blogger+ 2010 memang tergolong beda dari acara acara sebelumnya. Sekitar 1500 orang yang hadir dalam ajang Kopdar Raya bertajuk Merayakan Keberagaman kali ini terdiri dari para Blogger yang tergabung dalam bermacam komunitas dan minat yang beragam, tweople, facebooker, serta netizens lainnya yang tergabung dalam bermacam media di Jagat Maya. Dan yang gak kalah menariknya adalah ketika aku berkesempatan untuk menjadi bagian dari pelaksamaan Pesta Blogger ini.

Rabu, 27 Oktober 2010

Ulurkan Tanganmu Saudaraku

Bencana banjir yang menghempas saudara kita di Wasior, Papua beberapa waktu lalu tentu belum hilang dari ingatan kita. Kini kita hati dan perasaan kita kembali terluka, saudara kita di Mentawai, Sumatera Selatan di terjang tsunami akibat gempa berkekuatan 7,2 SR pada hari senin (25/10) jam 21.40 WIB. Sampai tadi malam (26/10), Update terakhir dari PMI pada pukul 21.30 WIB, menyatakan sebanyak 112 orang meninggal dunia, 502 orang dan 9 kapal dinyatakan hilang, serta 2000 KK mengungsi dan 8 desa belum terpantau.
Alam kembali memanggil Nurani kita. Di tanah Jawa, sang merapi menyemburkan isi perutnya yang telah lama tertahan. Bencana itu telah menewaskan wartawan vivanews.com Yuniawan Nugroho yang berusaha untuk menyelamatkan Sang Kuncen Merapi Mbah Maridjan. Sedangkan Mbah Maridjan sendiri ditemukan wafat pagi ini jam 05.00 WIB. Bencana Merapi juga telah menewaskan Tutur Prijanto (Relawan PMI) dalam Operasi Tanggap Darurat bersama 322 relawan PMI lainnya.
Saudaraku, mereka butuh bantuan kita. Bantuan sekecil adapun sangat bermanfaat bagi Saudara kita di Mentawai, Merapi, dan Wasior.
Bantuan anda dapat disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) melalui nomor rekening berikut:

1. Bank Mandiri KCP Jakarta
Krakatau Steel, No.Rekening
070-00-0011601-7, atas
nama Palang Merah Indonesia
2. Bank Rakyat Indonesia (BRI)
KC Jakarta Pancoran,
No.Rekening
0390-01-000030-3, atas
nama Palang Merah Indonesia
3. Bank Central Asia (BCA) KCU
Sudirman, No.Rekening
035.311223.3, atas nama Kantor
Pusat PMI (Perhimpunan PMI)
Donasi Menggunakan Mata Uang
Dollar Amerika (USD)
Bank Mandiri KCP Jakarta Wisma
Baja, No. Rekening:
070-00-0584905-9, Atas nama:
Palang Merah Indonesia.

Jika Donasi Menggunakan Mata Uang
Dollar Amerika (USD)
Bank Mandiri KCP Jakarta Wisma
Baja, No. Rekening:
070-00-0584905-9, Atas nama:
Palang Merah Indonesia.

atau melalui sms.
Donasi Melalui SMS *811#
Bersama untuk kemanusian di
era digital, mari berdonasi
melalui layanan sms. Untuk para
pengguna Telkomsel, silahkan
ketik *811#, pilih PMI (2), lalu
ikuti petunjuk selanjutnya.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi.
Humas PMI +62.21.7992325
E Mail : pmi@pmi.or.id
Website : http://www.pmi.or.id

Sabtu, 04 September 2010

Saluut, untuk Cintamu Pada Negeriku

Rosa…! Demikian kata yang sering diungkapkan oleh Mbah Marijan, seorang pawang gunung merapi yang kini “diadopsi” oleh PT SIDOMUNCUL untuk menjadi icon salah satu produk mereka, Kuku Bima Ener-G!.
Sidomuncul memang selalu, dan terus saja berinovasi dengan produknya, kuku bima ener-G !. Kuku bima ener-G ! ini adalah termasuk minuman suplemen pertama yang punya banyak varian rasa (salah satu yang paling saya suka adalah rasa Anggur).
Selain produk yang inovatif. PT SIDOMUNCUL Juga kreatif dalam hal pemasaran. Mereka banyak merekrut anak negeri yang berprestasi untuk menjadi icon bagi produk unggulan mereka (kuku bima Ener-G !) seperti Mbah Marijan sang “icon” Gunung Merapi, Chris John sang juara dunia tinju, Ade Ray sang Binaragawan, dan beberapa anak bangsa berprestasi lainnya. Strategi pemasaran tak lepas dari iklan.
Demikian juga Kuku Bima Ener-G !. Yang membuat saya saluut dan mengacungkan jempol untuk iklan mereka adalah, dalam iklannya PT SIDOMUNCUL tidak hanya menjual produk mereka (Kuku Bima Ener-G!). Tetapi mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia, dengan beraninya dan bangganya mengangkat budaya Indonesia dalam iklannya. Menurut saya ini adalah salah satu wujud rasa cinta sebuah brand lokal “MADE IN INDONESIA” kepada INDONESIA.
Setelah iklannya yang mengangkat tema budaya Indonesia, yakni menampilkan beragam seni dan budaya asli Indonesia, seperti Reog Ponorogo, dan lain lain nya (aku lupa apa aja yang ditampilin), belum lama ini PT SIDOMUNCUL melalui produk unggulannya Kuku Bima Ener-G ! kembali merilis iklan yang “cinta Indonesia” bertajuk kolam susu. Yah, bila dalam iklan “cinta Indonesia” yang sebelumnya mengangkat
tema seni budaya Indonesia, kali ini mereka menampilkan keindahan Alam Indonesia dengan di latar belakangi lagu kolam susu milik legendaris Koes Ploes. Saluut deh untuk Kuku Bima Ener-G ! Semoga langkah langkah mencintai Indonesia nya dapat di ikuti produsen produsen lain. Teruslah berkreasi dan berinovasi. Indonesia Bangga Memilikimu, buatlah seluruh bangsa ini Bangga terhadap Negeri mereka, Indonesia.

Rabu, 18 Agustus 2010

Aku, satu dari 500


Pagi-pagi sekali seusai sahur langsung membuka situs ACI nya detik.com di http://aci.detik.com/ ternyata belum ada perubahan apa-apa. Tampilannya masih seperti dulu, seperti ketika pertama kali aku menemui microsite ini di detik.com dengan Link bertuliskan “Daftar Keliling Indonesia Gratis” dan aku mengklik nya, kemudian membaca beberapa Spot wisata yang disajikan, membuka halaman “Tentang ACI” kemudian membacanya hingga memutuskan untuk mendaftar melalui ponsel Nokia 6120 classic ku. Saat itu pendaftaran tidak berjalan mulus ada kendala yang mengharuskan aku mendaftar kembali namun dengan E-mail yang berbeda, aku menggunukan E-mail Yahoo yang jarang aku buka, karena lebih banyak memanfaatkan fasilitas Chatting nya alias Yahoo Massenger (YM). Diakhir pendaftaran Disuguhi kalimat “sering-sering Kunjungi situs ini untuk melihat pengumuman berikutnya”. Tapi setiap kali aku mengunjungi microsite ini tampilannya tidak pernah berubah (sampai pandaftaran ditutup/pagi ini), yang berubah hanya nama-nama pendaftar terakhir dan Spot wisata yang ditampilkan di halaman utama.
Suatu ketika pada 11 Agustus 2010 silam seusai menikmati buka puasa bersama keluarga, dalam keadaan santai. Kok tiba-tiba pingin buka E-mail di Yahoo yah… daripada penasaran langsung aja ambil ponsel dan buka situs Yahoo Login dan melihat lihat kotak masuk yang kebanyakan dari Kapanlagi.com. Diantara sekian banyak e-mail kapanlagi.com terselip satu e-mail dari detik.com bersubjek “1000 Semifinalis Aku Cinta Indonesia” dan isinya Selamat! Anda lolos seleksi 1000 semifinalis program “Aku Cinta Indonesia”….
…Langsung saja aku mengikuti petunjuk yang diberikan melalui E-mail tersebut untuk mengikuti babak ini dan menyisihkan 500 orang semifinalis lainnya untuk dapat masuk ke babak final. Yakni penentuan pemenang sebanyak 33 Tim yang masing masing terdiri dari dua orang atau total ada 66 orang.

Di suatu malam yang dingin, di lembar ke-8 dibulan Ramadhan.
“Sahur…..sahur…..sahur…..” Suara yang terus berulang mencuat melalui pengeras suara di sebuah mushola yang letaknya tak jauh dari kediamanku membuat aku (harus) beranjak dari pembaringan. Seperti biasa kami sahur bersama setelah ibuku selesai memasak. Usai sahur maenan HaPe, kemudian kepikiran untuk membuka e-mail setelah melihat tampilan microsite nya deetik.com kok gak ada yang berubah. Sebagai semifinalis tentunya punya harapan untuk lolos dan memasuki babak final sebelum berharap jadi pemenang, hehe… Mungkin saja pengumuman finalis melalui http://aci.detik.com baru nanti siang, tapi kan mungkin juga akan ada pemberi tahuan lewat e-mail seperti pada babak sebelumnya. Benar saja setelah login ke Yahoo melalui ponselku, aku disuguhe E-mail dari detik.com dengan subject “Selamat 500 Finalis Aku Cinta Indonnesia”. Alhamdulillah aku masuk jadi finalis, tinggal satu langkah lagi untuk memasuki petualangan yang sesungguhnya. Harus berusaha keras nih biar lulus babak ini, teman-teman mohon do’a nya yah…. Terimakasih buat temen-teman, dan terimakasih buat detik.com yang udah beri kesempatan ini.

Kamis, 12 Agustus 2010

Otomatis menampilkan posting blog ke facebook dan twitter

Salam blogger, apa kabar sahabatku semua? Kali ini saya ingin berbagi dengan sahabat reader semua dan pengguna WordPress khususnya, tentang cara untuk menampilkan posting terbaru dari blog anda ke social media seperti facebook dan twitter secara otomatis. Socialite adalah plugin WordPress (saat ini saya pakai WordPress.org versi 2.9.2) yang dapat melakukan ini secara otomatis. Plugin ini juga support shortning URL alias menyingkat URL yang panjang menjadi lebih pendek, hal ini sangat bermanfaat bagi anda yang suka berkicau di twitter dg batasan hanya 140 karakter. Beberapa shortening URL yang menyokong plugin ini antara lain zz.gd(default), is.gd, ur.ly, bit.ly, serta tinyurl.com yang sudah tidak asing lagi.
Untuk menggunakan plugin ini, pertama anda harus mengistalnya terlebih dahulu, caranya:
1. Login ke account WordPress anda.
2. klik "Plugins" pada sidebar di sebelah kiri.
3. Klik "Add New"
4. Pada pilihan search ketikkan "Socialite" dan klik "search plugin"
5. Pada hasil pencarian klik "Install"
Setelah terinstall, aktifkan dan lakukan setting agar plugin ini dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
Selamat mencoba sahabatku. Lalu jangan lupa untuk sharing pengalaman anda disini. Salam blogger, and sukses selalu :-)

Makhluk (yang) Lembut Itu Dapat Menghancurkan

http://masnur.net
Sesuatu menyentuh pipiku, sekali, dua kali, tiga kali, dan terus berulang, terasa dingin memaksaku untuk beranjak dari pembaringan. Argh… Langit sedang
menangis, air matanya mengucur begitu derasnya seperti hujan, tidak… Ini  tidak seperti hujan tapi ini memang hujan yang lebih terdengar seperti perang, hujan yang begitu deras dan halilintar yang terus menyambar  mengiringi hujan malam ini, di tambah lagi dengan listrik yang padam seakan menghantarkan aku pada suatu peperangan didalam hutan belantara lengkap dengan sang Raja yang siap
menerkam kapan saja. Aku harus melawan rasa kantuk yang masih hinggap dimataku, dan aku harus  mengatasi air yang telah mampu menembus atap dan masuk kedalam rumah. Aku heran, setiap kali hujan deras turun, air selalu saja mampu masuk ke kamarku melalui atap yang terlihat rapat, tidak ada lubang di sana, tapi tidak terjadi ketika intensitas hujan biasa saja.
Beberapa kali aku mencoba memanjat dinding mendekati sumber air untuk memperhatikan hal ini ketika air menembus atap. Tapi belum sampai pada kesimpulan hujan selalu saja reda, seperti mempermainkan aku. Mungkin kita harus belajar dari air yang mampu menembus ‘batas’ yang rapat. Air mampu melukai batu
yang keras. Air dapat menghancurkan karang yang tegar. Air juga dapat memporak porandakan kehidupan yang indah bersama dengan musnahnya makhluk-makhluk dalam kehidupan itu. Lalu apakah kita harus marah kepada air? Seharusnya kita bertanya pada diri kita sendiri, pantaskah kita marah? Bukankah kita sangat membutuhkan air?
Sebaiknya kita melihat pada diri sendiri, sebaiknya kita memperlakukan air dengan baik dan sopan. Bukankah dia makhluk yang lembut? Yang dapat memberikanmu kesegaran? Dia dapat menghilangkan dahagamu? Dan dia juga mampu membersihkan tubuhmu?. Maka berhematlah dalam menggunakan air,
hormati ia niscaya dia akan bersahabat dengan kita.

Selasa, 10 Agustus 2010

Sasando Rote (Indonesa Bangga Memilikimu)

Sasando Rote
Kemaren malem nonton audisi Indonesia’s Got Talent, sebuah ajang pencarian bakat bertaraf international yang ditayangkan oleh station tv Indosiar. Para peserta berlomba menampilkan talent mereka dihadapan 3 orang juri dan ratusan audiance, ada yang memukau, aneh-aneh , ampe gak penting (yang penting nongol di tipi) mungkin demikian motifnya, hehe…
“Indonesia Bangga Memilikimu” demikian yang sering dikatakan oleh juri ketika mendapati kontestan yang benar-benar bertalenta. Salah satu penampilan yang memukau dan membuat “Indonesia Bangga Memilikimu” adalah penampilan seorang pemuda asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur yang ‘memainkan’ sebuah lagu dengan alat musik bernama Sasando Rote.
Tiga orang juri dan para audiance sangat menikmati permainannya, termasuk saya yang ikut terkesima melalui layar kaca. Usai memainkan lagu tersebut, lantas salah satu juri ‘menantang’ pemuda ini untuk lagu dari mancanegara yang dikenal secara international.
“Bonjovi” pemuda itu tanpa banyak basa basi kemudian mendekati ‘partnernya’ dan segera saja memainkan lagu yang dimaksud. Lagi, para audiance dan juri pun hanyut kembali dalam alunan petikan sasando rote. Tanpa banyak komentar salah satu juri mengatakan “dari kita”,.. “Yess…!!!” demikian kompaknya para juri memberi keputusan untuk meloloskan pemuda ini ke babak selanjutnya. Sedikit info, untuk melewati babak ini seorang kontestan harus mendapatkan minimal 2(dua) ‘Yes’ dari juri.
Sasando Rote Indonesia Bangga Memilikimu.
‘Rote’ yang dipakai disini adalah nama daerah asal dari alat musik ini (yuk kita jaga, jangan sampai di klaim oleh bangsa lain). Adalah sebuah Pulau(kepulan) yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedang ‘Sasando’ sendiri berasal dari kata Sasandu (dari Bahasa Rote) yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi.
Sasando Rote sendiri terbuat dari tabung panjang(biasanya dari bambu) yang bagian tengahnya tersusun ganjalan-ganjalan melingkar dari atas ke bawah yang bila diperhatikan menyerupai anak-anak tangga. Ganjalan-ganjalan ini adalah tempat bertumpunya senar(dawai ) yang merentang di sepanjang tabung guna menghasilkan nada berbeda pata setiap petikan dawainya.
Kemudian tabung ini di tempatkan dalam wadah ‘resonansi sasando’ yaitu terbuat dari daun lontar yang dibuat seperti kipas yang membentuk setengah lingkaran, sehingga bentuk sasando rote mirip bawang (menurut saya). Sasando Rote, Aku Bangga Memilikimu, Indonesia Bangga memilikimu, bagaimana dengan anda? Apakah Anda Bangga memilikinya?

Sumber Gambar: suaranada.wordpress.com

Minggu, 01 Agustus 2010

Ajari Aku Cinta

Wahai sang pemuja cinta, yang selalu mengatasnamakan cinta.
Wahai dewa cinta, yang selalu berbicara seperti pujangga.
Wahai sang pencinta, yang selalu mencinta.
Tolong dengar tanyaku tentang cinta...
Kepadaku, deskripsikanlah cinta yang konon penuh arti...
Ceritakan padaku bagai mana merasakan cinta...
Apakah cinta itu buta? Seperti yang sering aku dengar?
Tolong jelaskan padaku yang tak mengerti...
yang aku tahu, cinta adalah sebuah kata tak terdefinisi.
Terlalu sering aku mendengar kata cinta, di tivi, di radio, di jalanan,di sebuah lagu yang dinyanyikan, dimanapun, tapi tetap saja aku tak mengerti...
Sering aku melihat huruf huruf yang terangkai membentuk kata cinta juga ada dimana mana, di koran, di majalah, di secarik kertas tak bertuan yang terhempas angin, di dinding-dinding bagian belakan gedung pencakar langit, di meja belajar dalam ruang kelas, ditempat sampah, di spanduk yang terpampang dijalanan,... Dimanapun...
Wahai sang pemuja cinta, beritahu aku tentang cinta...
Wahai dewa cinta, ceritakanlah cinta itu padaku...
Wahai sang pencinta, ajari aku mencinta...
Wahai cinta, hadirlah padaku, agar aku tahu tentang mu.

Jumat, 30 Juli 2010

Pada suatu malam di sebuah perkampungan.

Langit malam ini terlihat begitu cerah. Rembulan yang bentuknya tak bulat sempurna menghias bumi dengan cahayanya yang dingin dan teduh bersama bintang. Goresan goresan awan tipis melukis pada langit biru nan luas. Pohon pohon pun diam, seakan tertidur oleh buaian jangkrik jangkrik yang bernyanyi, dan tanpa sapaan angin malam yang dingin. Alam begitu tenang, tapi ini perkampungan, dan bukan hutan belantara yang tenang berteman nyanyian alam dan gurauan binatang, ini adalah pemukiman yang penuh nyanyian anak adam. Di seberang sana terdengar bincang para ibu tentang harga sembako di pasaran yang terus membumbung tinggi, meroket dan bahkan kini melangit.
"pa.... Besok riyan belikan mobilan baru yah pa...?" di sudut lain seorang anak merengek pada ayahnya untuk dibelikan mainan baru.
Sesekali terdengar suara kuda kuda besi meraung memekakan telinga. Di persimpangan, terdengar canda tawa para remaja yang sedang bermain bulu tangkis di jalanan, tanpa lapangan dan tanpa aturan yang ada hanya keceriaan.
Di persimpangan lain yang tanpa penerangan bara api menyulut pada ujung sebuah batang yang terselip diantara jemari tangan pemuda yang kekar karena selalu bekerja 'kasar', sedang ujung lainnnya di hisap dan meninggalkan kepulan asap beracun. Seorang lagi duduk diatas 'kaki' temannya, sebuah 'bebek' keluaran terbaru, termodifikasi, velg racing, berknalpot non-orisinil dan tanpa spion. Matanya tertuju pada sebuah kotak kecil yang memancarkan cahaya ketika ibu jarinya menari diatas tuts tuts mungil bertajuk QWERTY.
Tiga lainnya saling bercerita tentang perjalanan hari ini.
"Halo... Lagi ngapain?" dengan nada dibuat semanis mungkin, toni menyapa entah kepada siapa nun jauh di ujung sana. Sementara alif hanya duduk diatas balai bambu sambil menikmati damainya malam ini, ditemani secangkir susu nabati, dan sebuah gitar meski tak bernada dan tanpa senandung, memandang pada langit, memuji dalam hati pada Sang Pencipta malam.

Kamis, 29 Juli 2010

Ada apa dengan Kompasiana?

Para Kompasioner (sebutan bagi warga Kompasiana.com) tentunya tahu, kalau saat ini tengah berlangsung acara On-Line yang diselenggarakan Kompasiana.com bertajuk "iB Kompasiana Blogging Day". Sebuah acara Ngeblog bareng dengan "tema 100 menit 1000 Tulisan", ini adalah sebuah kompetisi yang unik, dimana para peserta yang notabene nya adalah kompasioner, bakalan posting tulisan bareng-bareng secara on line di kompasiana dalam kurun waktu 100 menit pada tanggal 29 Juli 2010 jam 14:00 s/d 15:40. Saya mendapati Informasi ini dua hari yang lalu, tanpa pikir panjang langsung saja saya mendaftar sebegai peserta iB Kompasiana Blogging Day. Dan kini tiba waktunya...... Tapi...... Argrgrgrgrghhhhhhhh, kenapa susah banget buat akses ke Kompasiana? Kenapa? apa karena antusias warga kompasiana yang berjubel, beramai-ramai mengakses Kompasiana dalam waktu yang bersamaan, sehingga Kompasiana kehabisan BandWith? ah Aku tak tahu..... TOLONG dong.....
Sedari 14:00 tadi aku sudah mulai mengakses Kompasiana melauiNokia 6120 classic ku seperti biasa saya melakukannya, Namun selalu gagal. Kemudian aku ber prasangka ini adalah kesalahan Provider.....Huh. Ternyata ...eh ternyata.... saya mencoba mengakses situs lain dan berhasil. Kemudia saya pergi ke warnet untuk mengakses kompasiana melalui Komputer, dan hasilnya........?
Timer di warnet sudah menunjukkan angka menit ke 54 detik ke 10, 11, 12 dan terus berjalan....... Namun sudah berpuluh kali aku tetap gagal mengakses halaman Kompasiana. Sesekali memang terbuka, tapi ketika akan log-In selalu saja sukses dihantarka pada satu halaman bertuliskan

"The connection has timed out

The server at www.kompasiana.com is taking too long to respond.


* The site could be temporarily unavailable or too busy. Try again in a few
moments.

* If you are unable to load any pages, check your computer's network
connection.

* If your computer or network is protected by a firewall or proxy, make sure
that Firefox is permitted to access the Web."

Sedang sekarang waktu 100 menit yang dijadwalkan kompasiana telah berakhir. Ya sudahlah posting disini saja, mungkin belum saatnya aku menjadi bagian dari event fenomenal ini. Terima sajalah.
....saat kau berharap, keramahan cinta
tak pernah kau dapat, Y Sudahlah...
Hahahah........
Apapun yang terjadi ku kan slalu ada untukmu, jangan lah kau bersedih, coz everything is gonna be Okay....
Yah Semua kan baik-baik saja.

Selasa, 27 Juli 2010

Aku Bangga Jadi Anak Indonesia...!!!

Anak Indonesia
Anak-anak Indonesia


Dari sang merah putih yang berkibar pun sudah menjadi kebanggaan yang dalam karena makna yang luar biasa dibalik perpaduan warnanya. Pancasila yang merupakan dasar hukum negara ini pun sudah pas buanget, tidak berpihak pada satu golongan tertentu, mengingat Indonesia adalah negara yang kaya akan
adat, budaya, entnis dan ribuan perbedaan yang lain namun tetap satu dalam pangkuan Ibu Pertiwi dan ini menjadi semboyan Negaraku Tercinta Indonesia “Bhineka Tunggal Ika”.
Aku bersyukur telah terlahir Sebagai anak Indonesia, satu negara yang sangat strategis beriklim tropis diantara dua samudera dan dua benua. Indonesia adalan gambaran surga dimana ada sungai-sungai yang mengalir, bermacam buah tumbuh subur di sana….
Indonesia, dengan kekayaan alam yang berlimpah, oh Indonesia…
Indonesia Raya…
Merah Darahku…
Putih Tulangku…
Aku cinta Indonesia…
…….

Sumber Gambar: www.pdk.or.id

Senin, 26 Juli 2010

Ketika polantas menawarkan "jasa", salahkah aku?




Pagi ini aku diminta untuk mengantarkan pakde ke tata'an (pesawaran) dengan mengendarai Honda Blade kepunyaan sepupuku. Rute yang saya lewati, jl. Lintas Sumatera ke Rajabasa, kemudian melewati jl. Pramuka untuk menembus kemiling sebelum akhirnya masuk ke kabupaten Pesawaran.
Aku bertengger diatas blade dengan lampu sen kanan berkedip ketika menunggu lampu merah padam dan berganti lampu hijau menyala, untuk kemudian saya masuk ke jl. Pramuka.
Klip, lampu hijau pun menyala, perlahan aku menjalankan sepeda motorku. Namun pak polisi menghampiri dan memintaku untuk "memarkirkan" kendaraan... Aku pun meminggirkan motorku dengan tidak mengerti apa kesalahanku. Ah, biar pak polisi yang menjelaskannya.
Pak polisi pun menghapiriku yang sudah menepi, (oh... Aku sadar, blade yang aku kendarai berpenumpang tiga orang, aku dan pakdeku lengkap dengan helm standar, serta sepupuku yang berusia 13 tahun yang tidak mengenakan helm)
"mau ke mana pak?" pak polisi menyapa.
"ke tata'an pak".
"kok anak nya gak di pake'in helm?"
Saya hanya diam karna sadar akan kesalahan saya, tidak ada gunanya berdalih. Kesalahan itu tidak bisa di perbaiki saat itu juga, apalagi berdalih, sungguh tidak bijak! Yang terbaik adalah tidak mengulang lagi kesalahan yang sama di kemudian hari. Kemudian pak polisi memberi nasehat dan wawasan tentang bahayanya tidak mengenakan helm, saya sangat berterimakasih karena telah diingatkan. Saya sadar, saya hanya manusia biasa yang tak lepas dari khilafiah.
"bisa ditunjukkan surat-suratnya?" pinta pak polisi kemudian.
Saya pun kemudian memberikan SIM dan STNK kepada pak polisi.
"ikut ke pos" pak polisi kemudian berjalan menuju pos kecil yang berada di pinggir jalan, tepat di ujung jl. Pramuka Bandar Lampung.
Kemudian saya berjalan mengikuti pak polisi.
***
Aku melanggar dua pasal dan STNK harus ditahan. Demikian penjelasan pak polisi yang duduk di sebelahku, setelah aku ditunjukkan dan diminta membaca pasal-pasal yang aku langgar pada selembar kertas yang sepertinya memang sengaja di sediakan untuk (sekaligus) memberikan wawasan dan pendidikan kepada masyarakat (pengguna jalan). Saya tidak ingat betul bagaimana bunyinya, (dari ke dua pasal tersebut, intinya kesalahan saya adalah membiarkan penumpang tidak mengenakan helm).
Pak polisi membuka lembar demi lembar form dalam satu jilid (sepertinya sih surat tilang) yang sudah di coret-coret dengan pena (baca:di isi), tapi saya tidak melihat bekas sobekan di sana. Ta... Da... Akhirnya pak polisi tiba pada lembaran form (surat tilang) yang masih kosong.
"tanggal 4 Agustus nanti, kamu sidang sekalian ambil STNK dan bayar denda" sambil mengisi surat tilang pak polisi menjelaskan kepada saya.
"Iya pak" jawabku yakin. Ini konsekuensi yang harus saya terima, karena telah melanggar. Sebagai warga negara yang baik saya bertekat untuk mematuhi hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Saya mengeluarkan Nokia 6120 classic ku dan menekan tombol gulir ke kanan, untuk masuk ke menu kalender dan melihat kapan 4 Agustus itu tiba, mungkin pada hari itu.... Inilah terdakwa yang telah melanggar dua pasal lalu lintas... Bla..bla..bla... Kemudian saya berjalan dengan tenang masuk ke dalam ruang persidangan, dan kemudian duduk setelah di persilakan. Kemudian mungkin saya akan "dilempari" pertanyaan-pertanyaan, mungkin juga di beri pendidikan tentang sopan santun berlalu lintas, atau mungkin...... Ah, terlalu banyak kemungkinan, saya juga belum pernah menjalaninya.
"bagaimana ini?, mau di bayar di pengadilan, di poltaber, atau titip bayar disini?". Pernyataan dan pertanyaan pak polisi inilah yang kemudian merubah semua jalan ceritanya.
Jujur saya bingung pada saat itu, kenapa kok jadi banyak pilihan begini?
"ya peraturan perundang-undangan nya bagai mana pak?" saya balik bertanya karena tidak tahu prosedurnya yang benar-benar benar itu bagaimana.
"itu tergantung kebijakan kamu, mau bayar di pengadilan atau 'titip' disini juga bisa" demikian pak polisi seolah kok malah menawarkan "jasa".
"saya ikut aturan yang berlaku saja lah pak" demikian saya menanggapi sambil berpikir (emang ada ya bayar denda 'titip' sama pak polisi?) dan menunggu (tapi kok gak dikasih-kasih sama pak polisi, entah itu surat tilang bersama SIM ataupun STNK dan SIM).
"kalau tunggu tanggal 4 STNK nya ditahan, kalau 'titip' bayar disini STNK nya silahkan bawa saja" demikian kata pak polisi seolah menekankan saya pada salah satu pilihan.
Aku akhirnya 'tergoda' untuk melakukan kesalahan kedua(namun berbeda) yaitu membayar 'denda' saat itu juga kepada pak polisi, dengan beberapa pertimbangan. Yang pertama, tuh motor bukan punyaku (masak iya udah di pinjemin masih mau ngerepotin?), kemudian domisili saya yang di Kalianda dan melakukan pelanggaran di Bandar Lampung (jujur sebenarnya ini bukan masalah yang berarti). Akhirnya dengan diliputi rasa bersalah saya 'membayar' sejumlah uang kepada pak polisi, sedang pak polisi memberi kode untuk meletakkan saja uang tersebut dan seolah 'tidak menginginkannya', lalu memberikan SIM dan STNK saya dan membiarkan saya pergi.
"terimakasih pak" saya melontarkan basa basi (busuk), seraya berjalan menghampiri Honda Blade yang terparkir di tepi jalan dan ke dua penumpangnya yang berdiri di sampingnya.
Saya memang salah, tapi apa patut disalahkan ketika saya hendak menempuh jalan yang benar namun pihak yang seharusnya menunjukan ke jalan yang benar malah membelokkan?

Gambar: araskanews.wordpress.com

Sabtu, 17 Juli 2010

Aku ingin berarti

aku ingin berarti
Pada sepotong malam yang sunyi Aku bernyanyi dalam hati
Mendendangkan sebuah lagu Lagu kehidupan yang tak bertepi
Namun ia tidak abadi Karena hidup pasti akan mati
Namun aku ingin berarti Mengabdi pada Sang Pencipta
Berbagi dengan sesama Memberi arti pada dunia
Menanam makna pada manusia Menata indah pada alam fana
Sebelum akhirnya mati Menghadap Ilahi Rabbi