Kamis, 15 Desember 2011

Indahnya Hal Baru

Tak pernah menyangka sebelumnya bahwa aku akan 'terdampar' di tempat ini. Sebuah kota yang tak terlalu ramai, sehingga tidak perlu untuk meratapu kemacetan seperti di Jakarta.
Aku pun tak pernah berencan untuk punya rutinitas yang baru ini, pekerjaan baru, bertemu denvan orang-orang baru, yang ternyata mereka semua itu asik, se asik saya, hehehe,,, Dan yang vak kalah penting nih, banyak banget pengetahuan baru yang saya dapatkan disini. Terimakasih Tuhan, Telah memenuhi kebutuhanku.

Rabu, 14 Desember 2011

Kita

Kita adalah aku, kamu, dia, dan mereka. kita adalah keuniln yang menyatu dala sebuah kelompok. Kelompok adalah sekumpulan individu2 luar biasa yang tak pernah terkalahkan oleh seseorang.

Selasa, 13 Desember 2011

Lelah

Orang yang bekerja dan orang yang menganggur pada akhirnya memiliki satu kesamaan, mereka akan sama-sama merasa lelah.
Tapi ketahuilah bahwa lelah karwna bekerja itu lebih nikmat daripada lelahnya orang yang menganggur. Jadi lebih baik bekerja daripada menganggur.
Bekerja itu tidak melulu harus di seuah perusahaan, terlalu banyak hal yang dapat kita lakukan daripada harus menganggur. Kita harus melihat kata bekerja dalam arti yang luas, sehingga kita lebih bisa menikmati rasa lelah yang menghampiri.
Ketika kita harus diam tanpa melakukan sesuatu bukan berarti kita harus menganggur. Kita bisa memanfaatkannya untuk berpikir, dan menuangkan buah pikiran kita dalam bentuk tulisan, atau gambar, atau hanya semacam sketsa ataucoretan coretan kecil diatas kertas. Jadi sertakanlah pena dan kertas bersamamu, kemanapun kamu pergi, atau buatlah shortcut untuk notes di homescreen ponselmu. :)

Senin, 12 Desember 2011

Syukur

Cara terbaik untuk menikmati hidup adalah dengan bersyukur.
Bersyukur adalah menikmati apa yang ada dan memanfa'atkan segala yang kita miliki untuk kebaikan. Berbuat baik adalah wujud dari rasa syukur, Belajar adalah salah satu cara kita bersyukur, berbagi adalah bersyukur.

Minggu, 11 Desember 2011

Future

Orang yang akan hidup di masa depan bukanlah orang yang tahu segalanya hari ini, tapi hanya mereka yang mau belajarlah yang memiliki masa depan digenggaman tangannya.

Sabtu, 10 Desember 2011

Move On

Jika sesuatu yang negatif semakin besar dan kau lelah untuk melawan, Maka alihkanlah energi positifmu untuk melakukan hal-hal lain yang bermanfa'at dan membangun.

Jumat, 09 Desember 2011

Waktu

Kita semua punya waktu yang sama, Yang Berbeda adalah bagaimana kita memanfa'atkan waktu yang kita punya.

Kamis, 08 Desember 2011

Chage

Jika Kamu Tidak Mampu untuk Memperbaiki Negerimu, Maka Berusahalah untuk Memperbaiki Dirimu.

30 Hari Menulis, Catatan Minggu Pertama


Ready for a New Challenge???
Yup, ini sudah memasuki lembar kedelapan di penghujung tahun 2011 ini. Seperti yang saya ceritakan pada postingan saya sebelumnya mengenai 30 Hari Menulis untuk Desember ini menerapkan Weekly Challenge. Yang mana Challenge untuk minggu pertama temanya adalah '7 Days Writing Story Tales' yang berakhir kemarin.
Seperti yang kita tahu, tujuan dari Gerakan 30 Hari Menulis ini adalah untuk melatih konsistensi kita dalam menulis. Saya sendiri belum bisa tuh, berikut adalah tulisan saya di Challenge ini, (Karena ini dongeng alias cerita fiksi, maka saya memposting tulisan-tulisannya di blog 'Meniti Kata')

Day1- Naga Api
Day2- Ksatria
Day3- Lorong Waktu
Day4- ...
Day5- …
Day6- ...
Day7- Jangan Takut
Waaaaa, ternyata dari 7 hari yang kosong ada 3 hari, emang konsistensi itu mahal ya... :) .
Dalam beberapa tulisan saya mencantukan label [continued,,,] atau [...] itu adalah merupakan cerita yang saya sendiri masih ingin untuk melanjutkannya. Certa-cerita semacam itu saya kategorikan dalam 'Potongan Cerita' di blog Meniti Kata.
Nah untuk challenge minggu kedua ini temanya adalah '7 Days Writing Your Own WiseWords'. Untuk Challenge ini saya akan posting di Blog ini. Yang akan saya tuliskan untuk challenge ini sebenarnya hanyalah kata-kata untuk menyemangati diri sendiri. Jafi jikalau nampak biasa saja, ya memang demikianlah adanya :)
Have nice blogs. :)

Sumber Gambar: fairytalemood.tumblr.com

Kamis, 01 Desember 2011

30 Hari Menulis for December Challenge

Dimulai pada Oktober 2011 lalu, Gerakan 30 Hari Menulis terus mengadakan tantangan-tantangan berbeda setiap bulannya. Tujuan dari gerakan ini sederhana saja, yakni untuk memotivasi kita yang ikutan tantangannya selama 30 Hari agar bias konsiste menulis setiap harinya.
Tidak ada persyaratan khusus untuk mengikuti challenge ini, yang penting cukup menulis dan di publikasikan. Medianya bebas, bias di facebook wall atau facebook notes, twitter, blog pribadi, atau dimana saja yang dapat diakses.
Nah, kalau kita sudah menulis cukup di twitkan link nya dan mention @G30HM supaya tulisan kamu bias di share ke lebih banyak orang, diakses, dan dibaca. Atau di share ke facebook Wallnya 30 hari menulis di www.facebook.com/wrisocmed .
Kalau bulan lalu (November) Gerakan 30 Hari menulis mengusung tema #NaNoWriMo atau “National Novel Writing Month”, karena memang November adalah merupakan bulannya menulis novel selama 30 Hari dengan tema bebas sebebas-bebasnya dan dengan ketentuan minimal penulisan 50.000 kata.
Di penghujung tahun ini, Gerakan 30 Hari Menulis kembali ke format awal (seperti Oktober lalu) yakni menerapkan Weekly Challenge. Dan berikut adalah daftar weekly challenge yang bakal kita tuliskan dalam 30 Hari selama Desember ini.

Minggu pertama (1 s/d 7 Desember 2011) Temanya “7 days to write fairy tale”
Ya, tantangan untuk minggu pertama di bulan Desembar adalah menulis dongeng. Kita diminta untuk menulis dongeng selama 7 hari, dan tiap dongeng ditulis minimal 140 karakter. Yuk mari berimajinasi mengembara kea lam khayal.

Minggu kedua (8 s/d 14 Desember 2011) Temanya “7 days to write your own wise word”
Pasti kita sering termotivasi oleh kata-kata bijaknya para tokoh dunia atau para motivator. Nah, ditantangan minggu kedua ini kita diminta untuk menuliskan minimal 1 kalimat bijak kita sendiri setiap harinya selama 7 hari. Mudah-mudahan dengan kata-kata bijak kita bias memotivasi banyak orang, atau minimal memotivasi diri sendiri.

Minggu ketiga (15 s/d 21 Desember 2011) Temanya “7 days to write about good things today”
Tuliskan tantang segala good things yang kamu temui setiap harinya minimal dalam satu kalimat selama 7 hari. Dengan mengabarkan berita baik, saya sangat yakin kita sendiri akan merasa baik juga.

Minggu keempat (22 s/d 30 Desember) Temanya “If you only have 9 days to live, what you will do each day?, write it”
Kembali kita diajak untuk terbang dan berangan-angan, diajak mengingat mati. Bayangkan ini adalah hari-hari terakhir kita, pasti ita ingin melakukan segala yang terbaik untuk dunia ini. Tuliskan.

Nih posternya 30 Hari Menulis untuk December Challenge.

Sabtu, 26 November 2011

Radio

Dalam Kesendirian ku di malam minggu ini, diantara hiruk pikuk kendaraan yang saling berseberangan aku merasa sepi.
Kegalauan yang melanda, aku yang terdiam dalam khayal keindahan, suasana ini seakan berkonspirasi dengan sekotak music box bernama radio yang entah mengapa malah memperdengarkan lagu-lagu lawas yang menggugah kenangan masa silam.
Aku hanyut dalam bait-bait lagu yang terus mengalir. Dan aku terlempar jauh dalam kubangan memori yang aku sendiri tak pernah memikirkannya sebelumnya.

Kamis, 10 November 2011

Menjadi Bangsa Yang Besar

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”

=Ir. Soekarno= (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)



Bagai mana kita menghormati jasa para pahlawan? Tentu saja dengan menjadi bangsa yang besar.
Menjadi Bangsa yang besar merupakan bentuk penghormatan tertinggi terhadap jasa para pahlawan. Lantas apa dan bagaimana menjadi bangsa yang besar itu? Menurut pemikiran saya, dalam mengartikan "Bangsa yang Besar" secara sederhana adalah Bangsa yang mandiri, tidak banyak menuntut, rela berbagi terhadap sesamanya dan menjaga sserta merawat lingkungannya (bagian kecil dari tanah airnya) sebagai bagian dari hidupnya.
Coba sejenak renungkan, ketika MEREKA, para pahlawan kemerdekaan berjuang demi berkibarnya sang Merah Putih. Tak sedikit yang mereka korbankan, tidak hanya harta bendanya namun juga jiwa dan raganya dipertaruhkan demi kemerdekaan tanah airnya. Mereka rela melakukan semua itu untuk KITA, generasi penerusnya.
Kini kita hidup dalam Kemerdekaan, hak-hak kita dilindungi, bermacam fasilitas tersedia. Maka kita harus manfaatkan semua itu dengan sebaik-baiknya. Jangan pernah siakan waktu yang ada, Belajarlah untuk mengenal dunia, belajarlah untuk mengenal dan mengenang leluhumu, pahlawanmu, Kembali renungkan sejenak, untuk apa mereka memperjuangkan kemerdekaan? Untuk kita. Coba renungkan, Apakah mereka pernah menuntut sesuatu dari kita karena telah memperjuangkan kemerdekaan u tuk kita? Sekalipun tidak!.
Saya memiliki keyakinan, bahwa mereka para pahlawan kemerdekaan, berjuang dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan. Dan saya sangat yakin, mereka juga memiliki satu harapan yang besar dari perjuangan mereka, yakni kehidupan GENERASI MEREKA akan lebih baik.
Maka kita, harus menghormati jasa mereka denvan memenuhi HARAPAN MEREKA. Jangan pernah bertanya atau menuntut sesuatu dari negaramu, tapi bertanyalah apa yang sudah kamu perbuat untuk negerimu. Terlalu banyak cara untuk menjadikan kita bangsa yang besar, salah satunya dengan melakukan banyak hal penting untuk memperbaiki diri kita. tapi kadang kita terlena dengan hal-hal kecil yang tidak penting.
Di hari pahlawan ini, mari kita jadikan langkah awal untuk menjadi bangsa yang besar.
Quote dari saya
"Jika tidak mampu mengubah negerimu, berusahalah untuk memperbaiki dirimu."

Sabtu, 05 November 2011

NaNoWriMo, apaan sih?


NANOWRIMO, atau Nasional Novel Writing Month. Dalam 30hari masyarakat di penjuru bumi menuliskan novel mereka sendiri.
Kapan? November merupakan #NaNoWriMo. Tujuan dari #NaNoWriMo ini sendiri bukannya untu menghasilkan novel best seller dalam waktu 30hari (1 November s/d 30 November) tapi lebih untuk memotifasi diri kita untuk mulai menulis novel, dan mengalahkan rasa takut untuk memulai :).


Sumber Gambar : www.nanowrimo.org

Sabtu, 01 Oktober 2011

Berbagi diatas Transjakarta


TransJakarta


Ditengah bermacam isu seputar angkutan masal TransJakarta, nyatanya moda transportasi ini tetap jadi favorit dan andalan warga ibukota. Ini terbukti dari banyaknya orang yang mengantri di halte, maupun banyaknya penumpang yang rela berdiri di atas TransJakarta.
Nah, dibalik popularitas TransJakarta, pasti setiap orang sebagai pengguna jasa moda transpotasi ini memiliki kisah, suka, duka, lucu, ataupun kesalnya mengantri hingga berjam-jam.
Saya pun punya cerita ketika menggunakan jasa transportasi masal ini. Salah satunya ketika saya menumpang TransJakarta jurusan Pulogadung-Kalideres. Busnya langsung, sehingga saya tidak perlu mengantri di halte transit. Saat itu (mungkin) saya adalah penumpang yang paling lama berada dalam bus, karena saya naik dari terminal keberangkatan di Pulogadung dan turun di terminal tujuan akhir TransJakarta Kalideres.
Pada saat itu, saya termasuk beruntung karena mendapatkan tempat duduk, mengingat perjalanan yang (agak) jauh plus saya melakukan perjalanan pada jam kemacetan ibukota. Satu keberuntungan lainnya adalah bus tidak terlalu sesak, memang sebagian ada yang berdiri, beberapa adalah wanita. Dan saya mulai tidak nyaman dengan tempat duduk saya.Meski begitu, saya tidak serta merta bangkit dan mempersilakan mereka duduk, kenapa? karena walaupun wanita, mereka masih muda. Kenapa? (lagi) karena jika saya berdiri dan mempersilakan wanita muda ini duduk, kemudian di halte berikutnya ada orang yang lebih prioritas (seperti lansia atau ibu hamil) naik dan tidak ada yang merelakan kursinya maka saya akan merasa bersalah.
Ternyata saya mengambil jalan yang benar, tujuan mereka tidak sejauh saya, dan saya merasa nyaman karena tidak ada yang berdiri.
Dari halte ke halte, kejadian itu terus berulang, penumpang, naik, turun, duduk, dan berdiri. Dan saya selalu merasa tidak tenang ketika ada ibu-ibu yang berdiri namun jauh dari jangkauan saya, dan tak seorangpun merelakan tempat duduknya. Belum dapat setengah perjalanan, saya mendapatkan moment yang tepat untuk merelakan kursi TransJakarta. Disebuah halte melompatlah seorang ibu ke dalam TransJakarta yang saya tumpangi, ia menggendong balitanya sembari menenteng kantong kresek, beliau mencari-cari kurdi yang kosong.
"Silahkan bu, duduk disini" Tanpa banyak berpikir saya langsung beranjak dari tempat duduk saya.
Ibu itu tersenyum sambil mendekati kursi TransJakarta yang telah saya kosongkan. Dari wajahnya terpancar kebahagiaan, karena tidak harus berdiri dalam perjalanan untuk waktu yang cukup lama.
"Terimakasih" demikian beliau mengungkapkan kebahagiaannya dengan dibungkus senyuman.
"Sama-sama ibu"
Dan apakah kamu tahu kawan?, saya telah melakukan hal yang tepat (lagi). Ibu ini ternyata turun di tujuan akhir TransJakarta ini. Bayangkan jika ibu itu harus berdiri selama perjalanan dengan menggendong balitanya, dan TransJakarta tidak pernah menyisakan sebuah kursi kosong. Memang kemudian saya harus berdiri selama perjalanan. Dan apakah kamu tahu kawan ternyata lelah berdiri dengan perasaan yang banhagia itu lebih baik daripada duduk dengan perasaan bersalah kawan.