Ma'af, ini hanyalah celotehan yang terabadikan. Buah pikiran, semoga mencerahkan
Sabtu, 05 November 2011
NaNoWriMo, apaan sih?
NANOWRIMO, atau Nasional Novel Writing Month. Dalam 30hari masyarakat di penjuru bumi menuliskan novel mereka sendiri.
Kapan? November merupakan #NaNoWriMo. Tujuan dari #NaNoWriMo ini sendiri bukannya untu menghasilkan novel best seller dalam waktu 30hari (1 November s/d 30 November) tapi lebih untuk memotifasi diri kita untuk mulai menulis novel, dan mengalahkan rasa takut untuk memulai :).
Sumber Gambar : www.nanowrimo.org
Sabtu, 01 Oktober 2011
Berbagi diatas Transjakarta
Ditengah bermacam isu seputar angkutan masal TransJakarta, nyatanya moda transportasi ini tetap jadi favorit dan andalan warga ibukota. Ini terbukti dari banyaknya orang yang mengantri di halte, maupun banyaknya penumpang yang rela berdiri di atas TransJakarta.
Nah, dibalik popularitas TransJakarta, pasti setiap orang sebagai pengguna jasa moda transpotasi ini memiliki kisah, suka, duka, lucu, ataupun kesalnya mengantri hingga berjam-jam.
Saya pun punya cerita ketika menggunakan jasa transportasi masal ini. Salah satunya ketika saya menumpang TransJakarta jurusan Pulogadung-Kalideres. Busnya langsung, sehingga saya tidak perlu mengantri di halte transit. Saat itu (mungkin) saya adalah penumpang yang paling lama berada dalam bus, karena saya naik dari terminal keberangkatan di Pulogadung dan turun di terminal tujuan akhir TransJakarta Kalideres.
Pada saat itu, saya termasuk beruntung karena mendapatkan tempat duduk, mengingat perjalanan yang (agak) jauh plus saya melakukan perjalanan pada jam kemacetan ibukota. Satu keberuntungan lainnya adalah bus tidak terlalu sesak, memang sebagian ada yang berdiri, beberapa adalah wanita. Dan saya mulai tidak nyaman dengan tempat duduk saya.Meski begitu, saya tidak serta merta bangkit dan mempersilakan mereka duduk, kenapa? karena walaupun wanita, mereka masih muda. Kenapa? (lagi) karena jika saya berdiri dan mempersilakan wanita muda ini duduk, kemudian di halte berikutnya ada orang yang lebih prioritas (seperti lansia atau ibu hamil) naik dan tidak ada yang merelakan kursinya maka saya akan merasa bersalah.
Ternyata saya mengambil jalan yang benar, tujuan mereka tidak sejauh saya, dan saya merasa nyaman karena tidak ada yang berdiri.
Dari halte ke halte, kejadian itu terus berulang, penumpang, naik, turun, duduk, dan berdiri. Dan saya selalu merasa tidak tenang ketika ada ibu-ibu yang berdiri namun jauh dari jangkauan saya, dan tak seorangpun merelakan tempat duduknya. Belum dapat setengah perjalanan, saya mendapatkan moment yang tepat untuk merelakan kursi TransJakarta. Disebuah halte melompatlah seorang ibu ke dalam TransJakarta yang saya tumpangi, ia menggendong balitanya sembari menenteng kantong kresek, beliau mencari-cari kurdi yang kosong.
"Silahkan bu, duduk disini" Tanpa banyak berpikir saya langsung beranjak dari tempat duduk saya.
Ibu itu tersenyum sambil mendekati kursi TransJakarta yang telah saya kosongkan. Dari wajahnya terpancar kebahagiaan, karena tidak harus berdiri dalam perjalanan untuk waktu yang cukup lama.
"Terimakasih" demikian beliau mengungkapkan kebahagiaannya dengan dibungkus senyuman.
"Sama-sama ibu"
Dan apakah kamu tahu kawan?, saya telah melakukan hal yang tepat (lagi). Ibu ini ternyata turun di tujuan akhir TransJakarta ini. Bayangkan jika ibu itu harus berdiri selama perjalanan dengan menggendong balitanya, dan TransJakarta tidak pernah menyisakan sebuah kursi kosong. Memang kemudian saya harus berdiri selama perjalanan. Dan apakah kamu tahu kawan ternyata lelah berdiri dengan perasaan yang banhagia itu lebih baik daripada duduk dengan perasaan bersalah kawan.
30 Hari Menulis
Teman, ini adalah satu gerakan atqu bisa dibilang tantangan buat kita agar kita lebih giat lagi menulis. Harapannya sederhana saja, ddengan kita menulis diharapkan tulisan kita bisa menginspirasi banyak.
Setiap individu punya pemikiran yang berbeda, pandangan yang unik, dan minat yang beragam. Maka dari itu, jangan pernah menjustifikasi tulisanmu sendiri dengan mengatakan "Ah, ini tak layak untuk di publikasikan". "Tulisanku kan jelek....". "Pingin nulis tapi...."."Aku kan gak bisa nulis, gmana kalo....". Dan sebagainya,,, dan sebagainya.
Untuk menulis sebenarnya sederhana saja, yang kita butuhkan hanyalah menulis, kemudian, menulis, lalu menulis, setelah itu menulis, dan menulis, serta dilanjutkan dengan menulis. Sedarhana kan. Sedangkan untuk hasilnya, SEKALI LAGI JANGAN PERNAH MENJUSTIFIKASI TULISANMU SENDIRI. Yang kita perlu cuma menulis, mungkin kamu memandang bahwa tulisanmu itu biasa saja tapi bisa jadi tulisanmu itu memberi inspirasi bagi orang lain. Jadi jangan pernah ragu untuk mempublikasikan tulisanmu. Di era Teknologi Canggih seperti sekarang ini publikasi bukan lagi jafi soal. Ada sarana publikasi yang murah (bahkan gratis), instan dan realtime melalui blog, fscebook, twitter dan media sejenis.
Gerakan 30 Hari Menulis ini, seharusnya kita jadikan sarana untuk memotivasi diri kita untuk lebih giat lagi menulis. Dalam gerakan ini tidak ada syarat ataupun ketentuan apapun sehingga kita bebas untuk berekspresi dan bermain bersama imaginasi kita.
Ingat, MENULIS ADALAH BEKERJA UNTUK KEABADIAN.
Selasa, 30 Agustus 2011
Boleh Beda, Tapi
Tapi perbedaan ini bukanlah hal yang penting jika hanya untuk diperdebatkan kembali. Mau mengikuti keputusan pemerintah ataupun mengikutg ormas Muhammadiyah, ya silahkan saja. Seperti yang sudah saya ungkapkan, semua keputusan yang diambil memiliki dasar masing-masing. Jadi tak sepantasmya hal ini diributkan lagi. Biarkan saja berbeda, yang penting kita tetap rukun, dan saling menghormati hak-hak saudara-saudara kita.
Minggu, 28 Agustus 2011
Berbagi Bikin Happy

Satu kalimat yang simple namun memang mempunyai kekuatan yang dahsyat jika benar-benar di implementasikan. Dalam kehidupan. Berbagi Bikin Happy, saat ini tengah menjadi Slogan dari sebuah gerakan nyata yang memang awalnya bermula dari Internet, yakni Akademi Berbagi. Sahabats, sudah pernah dengar belum tentang gerakan ini? Mungkin sebagian sudah tidak asing lagi, tapi mungkin sebagian memang ada yang belum tahu.
Baiklah saya jelaskan sedikit ya mengenai Akademi Berbagi ini. Akademi berbagi itu adalah suatu gerakan sosial yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan yang bisa di aplikasikan langsung. Bentuknya adalah pengadaan kelas-kelas pendek dengan peserta terbatas, yang diajar oleh praktisi yang ahli dibidangnya.
Gerakan Akademi Berbagi ini diprakarsai oleh Ibu Ainun Chomsun, "Happy Mom with a beautiful daughter. Worker with a million dreams. In God I trust. Social media activist, Community Relation Principal of Akademi Berbagi & DSMA, " demikian yang beliau tuliskan di Bio akun twitter nya.
Yang paling menarik adalah pemakaian slogan Berbagi Bikin Happy disini benar-benar real. Karena setiap kelas Akademi Berbagi ini diadakan di tempat-tempat yang bisa dipinjam secara gratis, di ajar oleh para guru yang mau berbagi ilmu dan pengetahuannya dengan ikhlas dan gratis, serta gratis bagi seluru peserta kelas. Wow, benar benar luar biasa.
Akademi berbagi ini tidak hanya ada di Jakarta, namun saat ini sudah merambah ke beberapa kota di Indonesia seperti, Bandung, Semarang, Solo, Jogjakarta, Medan, Ambon, Palembang, Surabaya, Tangerang dan Lampung (segera menyusul :-) ) serta Akademi Berbagi Jalanan. Ini semua berkat kerja keras para relawan yang antusias dengan Aakademi Berbagi ini. Tertarik? ingin tahu lebih banyak tentang Akademi Berbagi ini? kamu bisa langsung lihat di websitenya Akademi Berbagi.
sumber gambar: www.akademiberbagi.org
Sabtu, 27 Agustus 2011
Internet, Mudlarat atau Manfa'at?

Internet, menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup. Satu hal yang sangat saya sukai dari teknologi ini adalah arus informasi mengalir begitu cepat dalam hitungan detik, bahkan (mungkin) milidetik. Bayangkan, kita bisa memantau apa yang sedang terjadi di belahan dunia lain yang jaraknya ribuan kilometer secara langsung, saat itu juga. Sunguh, sesuatu yang tak pernah terpikirkan bertahun lalu.
Saat ini, layanan di internet makin beragam saja, dan yang paling happening saat ini adalah jejaring sosial semacam facebook atau layanan microblog seperti twitter. Mungkin kasus-kasus yang muncul dari para pengguna facebook yang beragam, mulai dari hilangnya gadis-gadis belia hingga pernikahan terhadap sesama jenis membuat sebagian orang berpikir bahwa internet adalah sesuatu yang negatif dan berbahaya.
Menurut saya, Internet itu bukanlah sesuatu yang berhaya, bukan, bukan sama sekali. Internet itu tak lain hanyalah suatu teknologi yang diciptakan untuk mempermudah manusia. Internet itu hanyalah sebuah alat yang bisa memberi mudlarat ataupun memberi manfaat. Itu semua bergantung pada kita, manusia yang memanfaatkannya. Bahwa manusia punya kendali penuh terhaadap Internet. Manusia lah yang mengusai internet sepenuhnya, dan bukan sebaliknya. Bagaimana menurut Sahabat sekalian?
sumber gambar: yusufharfi.wordpress.com
Akan Ku Rindukan
Oh, ya ngomongin mudik nih, sahabats pada mudik gak nih? Kalo aku sekarang Alhamdulillah udah dikampung berkumpul bersama keluarga. Ini adalah salah satu hal yang paling membahagiakan. Pagi ini di bulan ramadhan tahun ini adalah hari spesial, dimana kita sahur dengan semua anggota keluarga lengkap secara berjamaah untuk pertama kalinya di Ramadhan tahun ini. Bagaimana dengan kalian sudah mendapatkan moment seperti ini belum?.
Tapi ada juga hal yang menyedihkan ketika Hari kemenangan itu tiba, karena kita harus berpisah dengan Ramadhan, satu bulan yang penuh Rahmat, Penuh Berkah, Penuh Ampunan. Saya dan kalian semua pasti akan merindukan Ramadhan, karna memang di bulan Ramadhan selalu menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri baik itu untuk urusan ibadah secara vertikal kepada Allah SWT, maupun untuk urusan sosial sesama mannusia.
Semoga Ramadhan kali ini bisa membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik, dan semoga ALLAH memanjangkan usia kita sehingga kita masih dapat menjumpai Ramadhan berikutnya, Aamiin.
Sahababts, tak Lupa dalam kesempatan ini saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
Minal ’Aidin wal Faidzin, Mohon ma’af Lahir dan Bathin.
TaqobbaLLAHU minna wa minkum Taqobbal Yaa Kariim.
sumber gambar : tiddlywinksnynaa.blogspot.com
Minggu, 21 Agustus 2011
Tetap Semangat Mengisi Kemerdekaan
Usia negeri ini, telah memasuki tahun ke-66. Dalam perayaan Hari Ulang Tahun Indonesia ke-66 pada 17 Agustus kemarin diperingati serentak di seluruh penjuru Negeri Baik secara langsung melalui upacara bendera ataupun kegiatan lain seperti salah satunya yang membuat terharu adalah pelaksanaan upacara
bendera pertama oleh para siswa dan orang tua Madrasah Al-Falah di TPA Bantar Gebang.
Selain itu juga, peringatan Kemerdekaan juga semarak dilaksanakan secara online oleh berbagai kumunitas hingga “HAPPY BIRTHDAY INDONESIA” sempat menjadi Tending Topic di Twitter. Ini adalah bukti bahwa bangsa Indonesia masih memiliki semangat, semangat persatuan seperti semboyan sang Garuda “Bhineka Tunggal Ika”, Semangat Cinta Indonesia seperti yang di kobarkan oleh para pahlawan negeri ini yang dengan semangat yang berapi-api Dengan gagah berani berkata “NKRI, HARGA MATI” dan kemudian mereka membuktikannya dengan tindakan.
Tapi sungguh ironis jika semangat itu ternyata hanya tren sesaat. Yang terlihat merah menyala hanya dalam peringatan 17 Agustus saja, namun ketika sudah lewat peringatan Kemerdekaan semangat itu padam, pudar dan hilang. Harusnya kita malu dengan para pahlawan yang telah rela mengalirkan darahnya demi kemerdekaan, malu kepada mereka yang jiwanya terenggut demi Ibu Pertiwi.
Dalam mengisi kemerdekaan ini kita tidak perlu lagi bertaruh nyawa ataupun mengalirkan darah. Lakukan apapun untuk kemajuan negeri ini, lakukan yang terbaik.
Adalah tugas kita untuk menjadikan Indonesia sebagai Rumah Kita, menjadikan Negeri ini surga bagi kita.
Ah, mungkin terlalu berat jika kita berbicara tentang mengubah negeri ini menjadi lebih baik. Mungkin YA, jika kita melaksanakannya seorang diri. Tapi saya yakin, jika seluruh bangsa ini punya kesadaran akan perannya masing-masing, Indonesia yang lebih baik akan terwujud, Indonesia yang kita Impikan bukanlah sekeder khayalan.
Mari kita bersama mewujudkan Indonesia yang lebih baik dengan konsistan menjalankan peran kita sebagai Warga Negara yang baik. Dengan kita konsisten menjalankan Kewajiban kita sebagai warga negara, konsisten menjalankan hukum dan perundang undangan yang berlaku, konsisten mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber Gambar: siboglou.wordpress.com
Senin, 11 Juli 2011
Go to The Jungle (Koto Cerenti, Riau)
Jum'at pagi itu langit terlihat cerah, namun matahari belum jua nampak. Tanpa banyak mengulur waktu, saya langsung mengguyur tubuhku dengan air yang sangat dingin, dinginnya mendekati es. Tapi itu bukan masalah bagiku, selama 70 hari saya tinggal di solok, itu sudah membuat saya terbiasa dengan hawa dingin.
Ketika matahari mulai meninggi, kami sudah sarapan dan bergegas meninggalkan Kota Solok, Sumatera Barat. Tujuan kami adalah Cerenti, Riau. Namun kami mampir di Tanjung Lolo, Sijunjung, Sumatera Barat untuk mengirim material kepada teman-teman yang sedang mengerjakan proyek disana. Lokasi proyeknya lumayan jauh dari pemukiman penduduk. Kami harus menempuh 8km melewati jalan aspal yang hanya cukup dilalui oleh 1 mobil. Jalan menanjak dan berkelok, karena lokasinya memang diatas gunung, di satu sisi jalan, bukit menjulang tinggi sedang di sisi lain jurang yang begitu terjal. Disana, suasananya begitu tenang udara yang berhembus juga dingin dan kabut turun siang itu, sehingga membendung sinar matahari untuk menyentuh kami.
Setelah menempuh perjalanan darat selama 5 jam kami sampai di Desa Koto Cerenti, Kecamatan Cerenti, Riau. Disini kami akan tinggal dan bekerja dalam beberapa hari ke depan.
Tempatnya di tengah hutan karet, kurang lebih 5km dari pemukiman penduduk. Cuacanya tidak dingin seperti di Solok, disini sejuk sehingga kami dapat beristirahat dengan tenang malam itu.
Foto-foto perjalanan Solok-Tanjung Lolo-Cerenti akan saya unggah di Facebook Album segera.
Posted from WordPress for Android
Selasa, 31 Mei 2011
Indah dari Ketinggian
| Memandang Kota Solok dari Ketinggian |
Sore itu usai mandi, temanku, Rudi menghampiriku dan mengisyaratkan untuk menikmati hamparan kota Solok dari ketinggian. Bukan, ini bukan dari gedung pencakar langit ataupun dari atas pegunungan. Dia menunjuk kearah besi merah-putih yang berjajar dan mejulang keatas, diantaranya terdapat besi-besi yang saling mnyilang dengan teratur sebagai penopang agar dapat berdiri dengan kokoh.
Meski ditengahnya terdapat tangga untuk mencapai puncaknya, namun kami memilih untuk memanjat melalui salah satu tiangnya. Tak salah memang jika kami memilih untuk memandang seluruh permukaan kota dari ketinggian 50meter. Usaha kami memanjat terbayar dengan pemandangan yang indah. Seolah seluruh kehidupan terekam dari sini.
Meski hanya setinggi 50meter, tapi menikmati pemandangan dari sini jauh lebih asik dibandingkan jika memandangnya dari gedung pencakar langit maupun dari atas pesawat.
Meski cuaca cerah sore itu, namu matahari tak nampak, sehingga kami tak dapat menangkap sang mentari yang sedang berpulang pada malam. Di atas sana suasananya tenang, hanya angin yang tersa dingin membelai seluruh permukaan kulit kami. Saya juga sudah mengunggah beberapa foto yang saya bidik dari atas tower di Facebook.
Sabtu, 28 Mei 2011
Pelangi Sore di Kota Solok
Tak terasa sudah satu bulan berada di Sumatera Barat, tepatnya di Kota Solok salah satu kota/kabupaten yang berjarak sekitar 103 km dari kota Padang.
Banyak hal baru yang ku dapati disini. Saya dan teman-teman datang ke kota ini dengan menumpang bus AKAP. Kami tiba sekitar jam 4 pagi di terminal bus yang senyap, kami disambut dengan udara dingin yang menerpa kami sehingga memanggil hasrat kami untuk mendatangi salah satu warung yang buka di terminal itu untuk sekedar menikmati kopi hangat.
Tawa dan canda mengiringi langkah kami diantara jalanan yang masih sepi dan udara segar yang belum tercemar. Langkah-langkah kecil kami menghantarkan kami kesebuah tempat dimana kami akan tinggal. Kampung Jawa, demikian nama kampung tersebut. Hari itu kami manfaatkan untuk beristirahat.
Matahari masih menggantung agak tinggi di sebelah barat. Sinarnya yang hangat masih menyirami seluruh permukaan kota Solok. Usai mandi, saya dan beberapa teman menyempatkan untuk berjalan-jalan sore itu. Langkah kami membawa kami menyusuri jalanan di sekitar kota. Meski matahari masih melaksanakan tugasnya dengan baik sore itu, namun buliran buliran tipis terjun bebas dari langit. Sehingga biasnya melukiskan warna-warna indah yang membentuk setengah lingkaran di langit.
Posted from WordPress for Android
Selasa, 15 Maret 2011
Wish All The Best is Ours
Sungguh selasa yang bertenaga. Hujan dimana mana. Hari ini penuh dengan hujan. Aku suka hujan. Karena hujan memberi begitu banyak manfat dalam kehidupan. Kalau menurut orang China, hujan itu berhubungan dengan hoki atau keberuntungan. Semoga saja itu ada benarnya. Karna hari ini adalah hari yang sangat special untukku.
Hari ini aku mendapatkan sesuatu dan kehilangan secara bersamaan. Hari ini telah hilang jatahku menjalani usia ke-22, dan mendapati diriku harus memulai lembaran ke-23 kehidupanku.
Aku sangat bersyukur dengan apa yang telah Allah anugerahkan kepadaku selama ini. Aku bersyukur karna sampai saat ini aku masih bisa bersama dengan orang-orang tercinta, bersanding dengan bapak dan ibu serta adikku. Aku bersyukur karena kakakku dan keluarganya kini telah mandiri dan membuatku memiliki 2 orang keponakan yang cantik ?. Singkatnya, aku sangat bahagia karena masih memiliki sebuah keluarga, dan tidak ada yang lebih membahagiakan kecuali mendapati diriku serta orang orang yang ku cintai dalam keadaan sehat.
Aku sadar, masih banyak hal yang belum aku capai sampai saat ini. Banyak mimpi yang belum terwujud, tapi aku takkan berhenti bermimpi, karena dengan impian, hidup akan terasa lebih besemangat. Dan aku tak akan berhenti pada mimpi, tapi aku akan berusaha bangkit dan meraih mimpi-mimpi itu.
Salah satu impian terbesarku adalah membahagiakan ibu dan bapak. Aku sadar, seluruh dunia dan seisinya, tidaklah sepadan jika dibandingkan dengan kasih sayang dan cinta mereka buat ku, hingga aku menjadi seperti sekarang ini. Tapi aku tahu, kebahagiaan mereka bukanlah materi. Kebahagiaan mereka adalah ketika melihat orang orang yang mereka cintai bahagia, kebahagiaan ibu dan bapak adalah ketika anak-anaknya bahagia, ketika anak-anaknya mendapatkan yang terbaik. Terimakasih untuk ketulusan cintamu ibu. Terimakasih untuk semua kasih sayangmu yang ikhlas bapak. Dan ma'afkanlah aku jika belum mampu untuk membuat kalian bahagia.
Ya Allah, anugerahkanlah cintamu pada ibu dan bapakku. Anugerahkanlah mereka kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak, Ya Allah.
Ya Allah, wujudkanlah mimpi-mimpiku jika itu baik untuku, baik untuk ibu dan bapakku, baik untuk keluargaku, baik untuk agamaku, baik untuk bangsa dan negaraku. Ya Allah, tunjukkanlah padaku jalan mana yang Engkau Ridhoi, karena aku ingin hidup dalam naungan Ridhomu. Anugerahkanlah kepadaku Hati yang ikhlas untuk menerima segala sesuatu yang telah Engkau tetapkan untukku. Anugerahkanlah kepada kami negeri yang damai, negeri yang bangsanya hidup rukun berdampingan dalam perbedaan, negeri yang Engkau Ridhoi. Amiin...
Lampung, 15 Maret 2011
Posted from WordPress for Android
Sabtu, 05 Februari 2011
Waktu
Ia berlalu dan tak akan pernah kembali. Jangan sia siakan dia, kita takkan pernah menemui saat ini lagi di masa depan. Yang ada hanya kenangan di masa lalu, dan kita tidak perlu untuk menoleh pada masa lalu dan bertanya mengapa?.
Tataplah kedepan, sesekali bolehlah kita melihat pada spion untuk sekedar memetik pelajaran dari apa yang telah berlalu. Namun tetap harus fokus dalam mengemudikan jalan kehidupan agar selamat sampai tujuan.
Kita semua tentu menginginkan sukses dalam hidup. Namun deskripsi sukses tiap individu itu berbeda, yang tak dapat di pungkiri adalah kita menginginkan kebahagiaan. Maka jadikanlah bahagia sebagai salah satu tujuan hidup.
Posted from WordPress for Android
Sabtu, 25 Desember 2010
Petualang ACI, Macem-macem rupa-rupa
Petualang ACI, demikian sebutan yang di sematkan pada 66 orang Indonesia yang telah di pilah dari lebih 59ribu orang yang antusias untuk mengikuti program 'Aku Cinta Indonesia' alias ACI yang di selenggarakan oleh detik.com
Mau tahu? Seperti apa sih ke 66 petualang ACI ini? Berikut adalah gambaran dari 66 petualang ACI yang diringkas dalam satu tulisan oleh kang dadang (Dadang Lesmana), salah seorang Petualang ACI. Silahkan disimak.
Kalau ada sekelompok oranga yang terdiri dari anak-anak muda gokil, jail, gratil, aneh, sok imut, urakan, tapi juga plus pinter, kreatif, berwawasan dan selalu berpikir positif, itu pastilah Petualang ACI. 66 orang petualang yang lahir dari sebuah hajatan besar detikcom, Aku Cinta Indonesia. Komunitasnya sih biasa-biasa aja, maksudnya ngga ada anak pejabat tingginya gitu loh. Tapi justru eksis karena berasal dari segala kalangan dan dari seluruh penjuru tanah air. Petualang ACI menjadi begitu bhineka dengan segala kekhasan serta keberagaman cara berpikir dan bertingkah laku. Namun perbedaan yang ada tidaklah menjadi persoalan bagi mereka. “berbeda bukan berarti tak sama” kata mereka. “ibarat pelangi, warna berbeda justru saling melengkapi, memiliki peran yang sama ”.Keberagaman yang rupa-rupa memang.Gimana? sudah dapat gambaran seperti apa mereka? profil lengkap mereka, dan cerita perjalanan mereka ada di aci.detik.com
Sebut saja misalnya Petualang ACI yang dewasa (Agus), yang masih anak-anak (Juput), yang setengah dewasa (Endro), yang setengah anak-anak (Zulvi), yang gimbal (Bhaga), yang pasangannya (Kawanda), yang orang ketiga (Akbar), yang liar (Yudi), yang cunihin (Ewink), yang gila naek gunung (Dede), yang gila gadget (Gilang), yang gila
iPad (Heri), yang gila futsal (Ipul), yang gila beneran (Daenk), yang disorientasi (Egir), yang korban (Darto), yang gigih (Gesang), yang gaya tapi banyak disensor (Prama), yang pengamen (Achin), yang pelukis jalanan (Dadang), yang penyair (Harley), yang saudagar (Amad), yang polos (Ayos), yang lebih bernyali (Endi), yang
diem-diem tomboy juga (Mahe), yang OKB (Better), yang berbobot (Wahid), yang seniman
campur sari (Simbah), yang sok alim (Hadi), yang ngaku-ngaku dayak (Nico Borneo), yang korban bencana (Nico Wijaya), yang pegawai negri (Tata), yang indescribable (Prabu), yang freelance (Calvin), yang kelamaan di aceh (Citra), yang pengen punya agen travel (Topik), yang wartawan tapi gak pernah jalan-jalan (Amir), yang sok seleb (Yuga), yang rajin belajar (Masnur). eh, ada lho Petualang ACI yang udah ikut pemilu enam kali,namanya Mbak Tuti.
Petualang ACI yang cewek juga manis-manis, lucu-lucu, apalagi kalo gelap. Mereka juga ngga kalah beragam, mulai dari yang lagi hamil (Rini), yang lagi puber (Terryna), yang lagi banyak duit (Ucy), yang lagi galau (Ida), yang maskulin (Titis),yang sok imut (Utine), yang pendiem (Sendi), yang -ngerasa- mirip Nadine (Tuteh), yang beruntung (Hanin), yang kurang beruntung (Halida), yang aneh
(Nurul), yang jarang muncul (Deewardani), yang gak pernah muncul (Anti), yang rajin
menabung (Aci), yang pelupa (Riri), yang TKW (Susan), yang oriental (Diana), yang pengen banget ke jakarta (Jeine), yang ndeso (Alya), yang penulis
(Rinda), yang penulis juga (Nonadita), yang anak pesantren (Putri), yang sok eropa timur (Inka), yang suka mandi hujan (Atre), yang mau jadi agen wisata
(Bella), yang pengen jadi guru (Desi).
Hmm.. memang beragam ternyata. Tapi bukan berarti ngga kompak, malah mereka kompak banget. Satu dateng semua dateng, satu jalan-jalan semua jalan-jalan, satu makan semua makan, satu pulang semua pulang. Sportif pula. Kalo ditanya, ‘ ini coklat siapa..?’ langsung pada ngaku. Kekompakan itu mereka tunjukkan dengan selalu
melakukan segala sesuatu bersama-sama. Bagi mereka, mengangkat meja berempat akan
terasa lebih ringan daripada mengangkat filing-cabinet
sendirian.
Banyak cara bagi mereka untuk terus membina kekompakan. Ada yang dengan membentuk
boyband gaya new-kids-on-the-block (Bhaga, Yudi, Ewink, Dede, Endi, Dadang), yang setelah beberapa kali latihan vokal ternyata lebih mirip dengan Masnait Group. Ada pula yang dengan membentuk kelompok belajar online (Egir, Gilang, Amad, Daenk, Zulvi, Mahe, Mbak Tuti, Titis, Hanin, Atre, Tuteh). Nama mereka selalu meramaikan
thread-thread di milis ACI dengan pembahasan-pembahasan yang tak pernah final. Bahkan dengan campur tangan Dosen terbang dari Gorontalo sekalipun.Kelompok lain melakukan kegiatan mulia menolong sesama di daerah bencana (Bhaga, Kawanda, Ucy, Diana, Riri), yang menganggap bahwa kegiatan mereka juga merupakan salah
satu bentuk menjaga kekompakan. *yang ini gue gak berani pelesetin, kemanusiaan cuy..*
Beberapa yang lain secara perorangan juga turut andil dalam mempererat persaudaraan. Seperti contohnya Prama yang dengan gayanya secara rutin mengumpulkan
temen-temen hanya untuk menceritakan kisahnya di perjalanan. Bahkan sampai ada
beberapa Petualang ACI yang hafal betul cerita itu karena telah mendengarnya berulang kali. Lain lagi dengan Harley, yang dengan puisi-puisinya mampu
menggugah rasa cinta seseorang.. eh, maksudnya rasa cinta terhadap Indonesia.
Perjalanan Petualang Aku Cinta Indonesia ke tempat-tempat tujuan wisata memang sudah berlalu. Namun kisah-kisah, catatan-catatan dan ingatan-ingatan tentang perjalanan itu masih melekat dan terus menjadi bahan perbincangan setiap kali
Petualang ACI berkumpul. Tak akan cukup sepuluh buku tebal untuk menampung cerita
mereka. Seakan tak pernah puas, Petualang ACI selalu menyempatkan datang ke suatu
tempat untuk kumpul, berbagi cerita, makan, minum, ngomongin orang, mengatur
rencana trip selanjutnya, dan pulang..
Memang, sejak awal belum pernah semua Petualang ACI berkumpul secara lengkap.
Karena hampir dapat dipastikan, petualang asal Jayapura (untuk tidak menyebut Daenk :p) tidak akan sanggup hadir. Kecuali jika acara kumpul-kumpul itu diadakan di Jayapura. Itupun hampir dapat dipastikan cuma dia yang hadir. Berbeda dengan Agus yang walaupun tinggal di Gorontalo, tapi memiliki daya jelajah yang tinggi. Maklum,
meskipun dia seorang dosen, cita-cita sebenarnya adalah menjadi pramugari. Bahkan dia lebih hafal seluk-beluk FX ketimbang anak-anak Jakarta.
Walau sulit, keinginan berkumpul kembali secara lengkap adalah obsesi Petualang ACI. Sehingga bisa bertemu dan mengenal lebih dekat satu sama lainnya, serta
tidak ada lagi terdengar kata-kata, “yang pake kaos merah itu siapa sih?” atau “ooo.. ini toh yang namanya (sebutlah) mawar.. ” atau “yang namanya
si A yang mana?” atau bahkan “lu partner gue ya waktu itu?”. Sangat disayangkan
bukan? Menyebut nama-nama Petualang ACI tentu saja tak lepas dari kesuksesan sebuah tim; Indri, Iie, Suhaeng, Ninuk, Ajeng, Izar, dkk. *maaf buat yang ngga kesebut, bukan ngga cinta, tapi ngga kesebut.. :)* yang dengan kerja kerasnya, telah
membentuk 66 orang berperilaku menyimpang menjadi lebih menyimpang. Maksudnya, menjadi lebih berkembang, tidak hanya sekedar hobby travelling tetapi juga mampu
mengoptimalkan segala aspek dari sebuah perjalanan. Salut deh buat tim detik..! ?
-dadang-
tetap sunda, tetap tersenyum,
tetap berbuat baik
Eh, By The Way kamu juga bisa lho jadi Petualang ACI seperti mereka. Karna tahun 2011 program ACI detik.com bakal di gelar lagi lho.
Minggu, 19 Desember 2010
Rumah dan Surga
Selain sandang dan pangan, papan adalah merupakan kebutuhan utama manusia. Papan dalam kata kiasan disini diartikan sebagai tempat tinggal. Tempat tinggal selalu identik dengan rumah. Bagi saya, rumah bukanlah sekedar sebuah bangunan dimana kita dan keluarga kita tinggal. Tapi lebih dari itu, rumah adalah surga bagi kita, seperti yang disabdakan Rasulullah SAW "Rumahku adalah Surgaku". Rumah sebagai surga, hanya akan terwujud jika semua yang ada di mana kita tinggal saling mendukung, saling mengerti dan memahami, serta saling memberi manfaat. Jika surga tersebut sudah terwujud kemudian, lingkugan dimana kita tinggalpun (seharusnya) menjadi rumah kita. Sehingga apa yang kita lakukan, bukan hanya untuk pribadi kita semata, tapi juga untuk lingkungan dimana kita tinggal. Jika demikian keadaannya, pasti akan terciptas surga yang lebih luas. Baiklah, itu adalah sedikit gambaran tentang rumah. Dan sekarang saya ingin sedikit menggambarkan tentang rumahku. Rumahku bukanlah sebuah istana yang megah, tapi hanya sebuah bangunan sederhana yang berdiri jauh dari gemerlapnya kota. Hanya susunan bata merah yang setiap sore selalu ramai oleh anak-anak yang memakai baju muslim, mereka datang untuk belajar mengaji dengan bapakku. Rumahku tidak selalu memberikan apa yang aku inginkan namun selalu ada solusi untuk segala sesuatu yang aku butuhkan.
Rumahku adalah surgaku, dan aroma surga itu sangat pekat teras ketika lebaran idul fitri tiba. Ketika aku dan semua anggota keluarga berkumpul, dan kami mempunyai banyak tamu yang sebagian besar memakai baju muslim. Saat itulah semua terasa surga, dan aku bisa juga menikmati surga yang lebih luas karna kesibukan kami pada hari itu adalah menikmati surga, yakni saling megunjungi dan memberi ma'af.
Posted from WordPress for Android



